Semarang – Orang-orang terdidik memiliki tanggung jawab untuk mengabdikan ilmunya kepada masyarakat sekitar. Demikian pula mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Semarang (UNNES). Mereka diharapkan menjadi agen perubahan di daerah masing-masing, terutama yang berkaitan dengan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ismet Yusputra saat jambore bidikmisi UNNES 2016 di hadapan 7.420 mahasiswa penerima bidikmisi, Sabtu (24/9).
Selain itu Ismet juga menyampaikan, penerima beasiswa bidikmisi adalah orang yang cerdas, tetapi kurang beruntung secara ekonomi. Beasiswa Bidikmisi diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan agar anak-anak cerdas tersebut dapat meraih cita-citanya.
Ia mengungkapkan, pihaknya akan menambah jumlah penerima Bidikmisi. Tahun ini jumlah penerimanya adalah 60.000. Dari jumlah itu, UNNES menerima kuota 1.420.
Jambore Bidikmisi UNNES 2016 dibuka Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (BAKK) UNNES Anwar Haryono MPd. Ia menyampaikan sangat bangga dengan prestasi yang dicapai oleh penerima bidikmisi UNNES. Ia berharap pencapaian tersebut dapat ditingkatkan.
Menurut Ketua panitia kegiatan, Parmin MPd, Jambore dijadwalkan berlangsung selama 2 hari.