Bali, 12 November 2016

Setelah menempuh ribuan kilometer, tiba saatnya motor listrik Gesits (Garansindo Electric Scooter ITS) mengakhiri perjalanan uji rel spektakulernya di Kantor DPRD Provinsi Bali. Perjalanan karya anak bangsa tersebut tanpa hambatan yang berarti.

Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, mengatakan keberhasilan uji coba ini menunjukkan bahwa putra putri Indonesia mampu menciptakan produk teknologi yang ramah lingkungan. Hal ini sesuai dengan konsistensi pemerintah untuk melaksanakan gerakan ketahanan dan hemat energi.

Bali sebagai Green Province, memiliki kebutuhan energi bersih dan berkelanjutan yang besar. Pemenuhan energi ini prioritasnya bersumber dari energi baru dan terbarukan yang berasal dari potensi lokal.

Kebutuhan energi listrik Bali sendiri meningkat sekitar 10% setiap tahunnya. Pemerintah Bali berupaya memenuhi kebutuhan tersebut salah satunya dengan membantu pengadaan solar system dan pemanfaatan biogas yang terintegrasi dengan SIMANTRI (sistem pertanian terintegrasi).

Dengan adanya Gesits, Gubernur Bali mengemukakan mungkin saja semua pegawainya (PNS) nanti dapat menggunakan skuter listrik ini. Ia menyebutkan jika setengah dari jumlah pegawai disini saja menggunakan motor tersebut, sudah sekitar 20.000 unit yang laku.

“Motor di Bali ini jumlahnya tiga juta. Jadi bisa bayangkan kebutuhan kita akan minyak. Mimpi saya adalah semua motor di Bali ini motor listrik. Kalau tiap kantor menggunakan solar cell. Motor itu di charge dari pagi sampai pulang kantor itu bisa digunakan sampai 70km, biayanya juga hanya 900 rupiah (listrik) dibandingkan dengan satu liter bensin seharga 6.500. Bahkan kalau di kantor itu kan gratis. Sehingga kita bebas dari polusi udara dan suara. Maka harapan saya produk ini supaya makin cepat makin baik karena pesaingnya juga banyak,” ujarnya.

Teknologi dan inovasi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Pembangunan Indonesia memerlukan kedua hal tersebut. Dukungan pemerintah dalam memberikan regulasi yang dapat memantapkan perguruan tinggi menghasilkan riset yang inovatif sangat dibutuhkan. Sehingga proses hilirasasi menjadi kenyataan yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, Gesits diharapkan menjadi pionir, inspirasi dan motivasi untuk masyarakat agar terus berinovasi dalam mewujudkan kemampuan dan mimpinya.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir mengatakan setelah diujicobakan menempuh kurang lebih 1.400km, kendaraan ini dalam kondisi yang baik dan siap untuk diproduksi. Nasir mengemukakan Bali dijadikan tempat akhir uji coba Gesits karena terdapat tujuan marketing, dimana motor ini diharapkan dapat dilihat juga oleh mata dunia internasional

“Saya juga selalu sampaikan ke para peneliti untuk memperhatikan komponen impor dari suatu produk. Karena takut harganya tidak bisa bersaing. Jadi harus bisa produksi sendiri,” ujarnya.

Dikatakan Nasir, sumber tenaga surya di Indonesia memiliki potensi yang besar bagi energi listrik. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, PT.PLN, dan lain-lain, guna mendukung transportasi motor listrik ini. Jangan sampai teknologi anak bangsa ini ketinggalan karena regulasi.

Nasir juga berpesan kepada para rektor perguruan tinggi agar kini riset yang dilakukan oleh para dosen (peneliti) harus berbasis output. Bukan sebatas laporan saja.

“Jangan sampai peneliti direpotkan dengan pertanggungjawaban keuangan yang lebih berat dari penelitiannya sendiri,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut keberhasilan uji coba Gesits, pada kesempatan yang sama juga dilakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Garansindo, PT. PLN dan Ikatan Alumni ITS.