SURABAYA – Ujian masuk Jalur Mandiri I Universitas Airlangga (Unair) telah dilakukan kemarin. Tim pengawas ujian menangkan enam orang yang diduga sebagai joki calon mahasiswa baru (maba).

Modus yang dilakukan joki supaya bisa lolos jalur mandiri adalah memberitahukan melalui ponsel kecil, kemudian memakai headset di telinga. Cara ini dilakukan peserta dengan menggunakan jilbab. Karena pengawas curiga, akhirnya peserta yang mengikuti ujian masuk pada 15 Juli 2012 langsung diamankan.

Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Dian Agustia membenarkan pihaknya telah menangkap calon mahasiswa yang diduga joki. Setelah dimintai keterangan oleh panitia, keenamnya mengaku melakukan praktik perjokian.”Mereka sudah mengaku melakukan perjokian,” kata Dian.

Meski telah mengamankan joki, Dian masih belum mau membuka identitas mereka (para joki). Menurut dia, mereka berstatus mahasiswa dan bahkan ada yang pernah menjadi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) namun sudah keluar dan kini bekerja di sebuah pertokoan.

”Setelah identitas mereka kita ketahui termasuk juga yang dijoki, maka tiada ampun. Kami langsungmengedrop lembar jawaban yang dikumpulkan, mereka digugurkan dan otomatis tidak lulus,” beber Dian.

Dalam ujian ini, Dian menegaskan telah melakukan tes tertulis masuk Unair melalui Jalur Mandiri gelombang I dan diikuti oleh 6.060 peserta yang melakukan verifikasi. Jumlah tersebut lebih sedikit dari yang mendaftar melalui online sebanyak 6.684 orang, sehingga terdapat 624 pendaftar tidak melakukan verifikasi.

Dari 6.060 peserta tes itu 2.731 memilih program studi IPA, 2.627 memilih prodi IPS, dan 702 memilih IPC. Mereka akan memperebutkan sekitar 1.880 bangku kuliah atau 40 persen dari kuota penerimaan mahasiswa baru Unair pada 2012, yakni sebesar 4.710 mahasiswa. Hasil tes gelombang I ini akan diumumkan pada 18 Juni 2012 mulai pukul 19.00 WIB baik melalui online dan off-line.

Kabid Pusat Informasi dan Humas (PIH) Mangestuti menambahkan, untuk menghindari terjadinya praktik curang, PPMB Unair menugaskan kepada petugas pengawas untuk mengawasi atau mengikuti setiap peserta tes yang minta izin ke kamar kecil. Seperti yang terjadi di kampus FISIP, di mana petugas menunggu di depan pintu kamar mandi yang digunakan peserta tes.

Selain itu PPMB juga membuat dua jenis soal untuk masing masing jurusan IPA dan IPS. Para peserta tes ini telah mengikuti ujian di kampus B dan kampus C, yaitu untuk tes prodi IPA di kampus FISIP, FIB, dan FH. Jurusan IPS melaksanakan ujian di kampus C dan kampus D-3 Ekonomi Jalan Srikana. Sedangkan tes IPC dilaksanakan di kampus Fakultas Farmasi dan Fakultas Psikologi. Pelaksanaan tes mandiri gelombang I ini melibatkan 496 petugas pengawas, petugas lapangan, dan administrasi, yang terdiri oleh para dosen, staf, dan tenaga kependidikan. (arief ardliyanto)( (koran Sindo)/Koran SI/mrg)

Sumber: Okezone