Jakarta — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan bahwa program beasiswa Bidikmisi untuk perguruan tinggi swasta (PTS) yang tahun ini baru pertama kali diadakan, dan rencananya akan diberikan semester tahun ini ditunda, bukan dibatalkan. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Illah Sailah, menyampaikan, Kemdikbud masih terus berupaya agar Kementerian Keuangan segera mencabut tanda bintang pada pos anggaran beasiswa siswa miskin dalam APBN-Perubahan 2012.

“Ini kesalahpahaman dalam membuat berita saja. Saya tidak pernah mengatakan bahwa beasiswa Bidikmisi untuk PTS dibatalkan, tetapi ditangguhkan dulu. Oleh karena itu kami sekarang ini justru sedang mencari sumber dana lain. Kalau tidak dari APBN-P, barangkali dari program yang bisa diefisiensikan,” kata Illa ketika ditemui seusai rapat di  Gedung C lantai 7, Senayan Jakarta, (1/8).

Sampai saat ini jumlah penerima beasiswa Bidikmisi sudah mencapai 92 ribu orang. Pada awal dicanangkan tahun 2010, penerima beasiswa Bidikmisi sebanyak 20 ribu orang. Setahun berikutnya bertambah menjadi 30 ribu, dan tahun ini penerimanya adalah 42 ribu orang.

Bidikmisi merupakan program 100 Hari Kerja Menteri Pendidikan Nasional yang  dicanangkan  pada  2010.  Perguruan  tinggi  yang  mendapat bantuan  Bidikmisi  yaitu  perguruan  tinggi  di  bawah  Kementerian  Pendidikan dan  Kebudayaan  dan  Kementerian  Agama.

Rencananya, beasiswa Bidikmisi untuk PTS akan diberikan kepada 2.000 mahasiswa miskin sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. Setiap mahasiswa akan mendapat harga satuan bantuan biaya pendidikan. Tahun 2012 diberikan sebesar Rp6 juta per mahasiswa per semester, yang terdiri atas bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada mahasiswa dan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan yang dikelola oleh perguran tinggi negeri. Sumber dana berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara. (EH)

Sumber: kemdiknas.go.id