Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus melakukan kerjasama dan agenda kegiatan internasional. Dalam minggu ini, kegiatan internasional masih terus berlangsung yaitu Community and Technological Camp (CommTECH) Camp Highlight 2017, Joint Workshop Global Engineer in Asia (JWGEA) dan CommTECH Ideas yang dihelat hingga tanggal 27 Juli 2017.

Kegiatan yang digelar ITS International Office tersebut diikuti oleh berbagai peserta dari berbagai negara dan benua. Secara rinci, kegiatan CommTECH Highlight diikuti oleh 45 peserta dari 17 negara. Lalu, CommTECH Ideas diikuti oleh 55 peserta dari enam negara, dan JWGEA diikuti oleh 56 peserta dari empat negara. Menariknya, peserta Commtech IDEAS dan JWGEA adalah mahasiswa S2, S3, dan profesor dari berbagai Negara. Sedangkan CommTECH Highlight adalah mahasiswa S1, S2, dan S3.

Profesor Joni Hermana Rektor ITS menyambut gembira adanya kegiatan internasionalisasi semacam ini dengan mengajak peserta untuk turut merasakan gelora perjuangan di kampus ITS. “Selamat datang di ITS, kampus yang berdiri dengan semangat perjuangan sepuluh Nopember,” tuturnya.

Joni mengungkapkan bahwa ITS merupakan kampus PTNBH yang siap menjalin networking, karena networking adalah kunci sukses dalam era globalisasi dan internasionalisasi. Karena itu, acara seperti ini perlu untuk terus dilakukan. “Tidak ada batasan lagi antar negara di dunia, jadi kita perlu meningkatkan kapasitas diri kita masing-masing untuk saling terhubung satu sama lainnya,” ulasnya.

Beberapa pembicara yang dihadirkan dalam kegiatan ini antara lain Prof Dr Ir Johan Silas dari Departemen Arsitektur ITS, Drs Kresnayana Yahya MSc dari Departemen Statistika ITS, serta Managing Director di Technische Universität München (TUM) Asia, Markus Waechter.

Joni berharap, para peserta khususnya mahasiswa ITS akan mendapat pengetahuan yang lebih setelah berdiskusi terkait sains dan teknologi dengan mahasiswa lain dari berbagai negara di Asia.

Direktur Hubungan Internasional, Dr Maria Anityasari, menjelaskan bahwa hari pertama dan kedua kegiatan yang dilaksanakan adalah konferensi dan pameran poster. Sedang pada hari ketiga akan dilakukan city tour. “Khusus JWGEA, hari keempat akan melaksanakan company visit,” imbuhnya.

Menurut Maria, mengkondisikan banyak peserta dengan berbagai latar belakang dalam sebuah acara bukanlah hal yang mudah. Namun, kerja keras tersebut sepadan dengan kesempatan untuk saling bertukar ide dan gagasan dengan peserta dari berbagai negara. Ia percaya, kegiatan ini mampu membuka kesempatan bagi setiap orang dari berbagi disiplin ilmu untuk saling berdiskusi demi menemukan solusi terbaik dari berbagai permasalahan di dunia.

“Dengan tujuan untuk menggabungkan peserta dari berbagai bidang, kami percaya bahwa semua problem di negara ini dapat terselesaikan dengan sumbangan teknologi dari berbagai multi disiplin,” ujar optimis.

Sementara itu, salah satu peserta JWGEA asal Ritsumeikan University Jepang, Yasuko Takehana mengaku tertarik mendaftar program ini agar dapat melatih kemampuan Bahasa Inggrisnya lebih baik, terutama dalam mempresentasikan sebuah gagasan di hadapan peserta lainnya dari berbagai negara.
“Saya berharap dapat saling bertukar ide dan opini dengan peserta lainnya,” tuturnya. HUMAS ITS.