Memasuki usia ke-29, Politenik Negeri Pontianak (Polnep) ingin mengapai masa depan, sesuai tema yang diusung pada peringatan HUT tahun 2016. “Kami tak henti-hentinya lakukan pembenahan dengan harapan Polnep menjadi kampus ‘Beriman’, yaitu kampus yang bersih, indah, aman, dan nyaman. Penghuni Polnep orang-orang beriman, punya kenyakinan agama. Serta, harus membuktikan warga beriman, kampus juga beriman. Tiap sudut kampus, harus bersih dibenahi,” jelas HM Toasin Asha, Direktur Polnep.

Pada upacara peringatan Dies Natalis ke-29, hari ini, 2 Mei 2016, Direktur mengeluarkan surat penetapan tanggal hari jadi Polnep, 28 April 1985. “Pada tanggal itu, Polnep menjadi satker sendiri, lepas dari Untan. Pada statuta kami, ada kekeliruan, tertera 27 April, yang benar 28 April,” ujarnya.

Direktur pun bakal mengeluarkan surat keputusan, pengakuan pada pencipta Hymne dan Mars Polnep. “Belakangan ini, Mars Polnep dikumandangkan saat saya mewisuda di Singkawang, Sulawesi, Putussibau, bahkan saat pertukaran mahasiswa di luar negeri. Saya terinspirasi, pecipta Hymne dan Mars Polnep, dibuatkan surat keputusan pengakuan. Ke depan, pencipta dapat diberikan penghargaan berdasarkan mekamisme senat,” jelasnya.

Penghargaan juga akan diberikan Polnep kepada mantan direktur Abdul Hamid, sebagai pencetus pendirian masjid di Polnep. “Sekicil apapun sumbangsing monumental yang diberikan orang pribadi atau kelompok harus diberi penghargaan,” katanya, “Jangan yang baru-baru tidak tahu dan mengerti, sejarah lembaga ini. Alhamdulillah, saya termasuk yang mengikuti sejarah Polnep.”

Menurutnya, meskipun mereka yang telah berkontribusi pada Polnep tidak meminta penghargaan, sudah selayaknya civitas akademika memberikan penghargaan. “Pahlawan tidak pernah meminta penghargaan, tetapi bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,” ujar Toasin.

Selain penghargaan, Toasin pun mencoba menjalankan program yang telah ia niatkan sebelum menjabat direktur. “Insya Allah, setiap tahun, kami bisa memberangkatkan satu orang karyawan Polnep untuk umroh. Alhamdulillah, niat saya ini mendapat respon positif. Bahkan bagi yang non muslim, jika memungkinkan kami berangkatkan ziarah rohani,” katanya.

Ia menambahkan, rencananya pada Sabtu, 7 Mei 2016, beberapa mahasiswa Polnep akan hatam Alquran 30 juz. “Ini berkaitan dengan kunjungan habib pengurus pengajian nusantara. Insya Allah, dengan hatam Alquran ini, kampus menjadi lebih berkah,” ujarnya. Polnep pun mengapresiasi karya novel yang diterbitkan mahasiswa. “Kami pun menambah staf pengajar yang sudah selesai Doktoral, total ada 12 dosen. Bahkan yang terakhir promosi Doktor dapat predikat cum laude,” tambahnya.

Terkait rangkaian kegiatan HUT ke-29, Polnep menggelar berbagai perlombaaan olahraga, baik mahasiwa maupun para dosen. Dharma wanita Polnep pun turut dilibatkan. “Ada lomba memancing, remi, dan gaplek juga,” ujarnya.

 Benahi Aset

Direktur Toasin pun telah membenahi aset Polnep di luar, seperti lahan tambak 10 hektar di Mempawah. “Lahan tambak menjadi pusat unggulan teknologi perikanan. Saya sudah sampaikan ke warga Polnep, salah satu bentuk syukur, kita mengelola aset dengan baik, jangan dibiarkan terbengkalai. Alhamdulillah mulai ada hasil, tadinya tidak terurus,” katanya.

Ia pun berencana membenahi aset Polnep berupa lahan sawit di Mega Timur, untuk menjadi tempat praktek mahasiswa / teaching industry. Menurutnya, pada jangka panjang, aset-aset tersebut dapat membantu meningkatkan pendapat kampus, jika dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh.

Polnep memiliki banyak aset peralatan, gedung, lahan, bahkan sumberdaya manusia. Jika semua hal tersebut disinkronkan, Polnep secara otomatis menjadi lebih dikenal, tanpa perlu dipromosikan dengan susah payah. “Jika kampus kita bersih dan nyaman, orang masuk ke sini saja sudah enak. Ini obsesi yang terus saya sampaikan dalam rapat jurusan dan karyawan,” ujarnya.

 Terus Bergerak

Toasin menegaskan, untuk dapat mencapai visi misi global 2020, Polnep harus terus bergerak. “Saat kita bergerak 10 langkah, mungkin orang lain sudah bergerak 20 langkah, karenanya tidak boleh berhenti bergerak,” katanya.

Para jajaran pimpinan pun harus terus berinovasi membuat terobosan baru, bahkan sampai ke level bawah. Menurutnya, tiap manusia memiliki modal yang sama, tetapi yang menentukan keberhasilan adalah inovasi, taktik, dan strategi yang digunakan. “Modal kita sama, pintar sama. Jadi harus ada kemampuan lebih, insting mulai masuk,” ujarnya.

Ia meminta seluruh unsur pimpinan dan jajaran Polnep bekerja dengan keyakinan mencapai visi misi global. Hanya dengan cara tersebut, Polnep dapat menjadi perguruan tinggi yang disegani; baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

“Yakin bisa, kalau tidak, jangan bersaing. Kita sebagai pemimpin harus memberikan contoh yang baik. Ini sudah menjadi tugas pemimpin,” pungkasnya. (Erwandi/Humas Polnep)