EFA, MDGs dan Perguruan Tinggi
Written by Irwandi   
Wednesday, 25 February 2009 20:04

Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam mensukseskan pencapaian komitmen global negara Indonesia. Ada dua komitmen global yang terkait dengan bidang pendidikan, yaitu Education for All (EFA) dan Millennium Development Goals (MDGs). Keberhasilan suatu Negara mencapai komitmen EFA dan MDGs adalah gambaran dari keberhasilan pembangunan pendidikan tinggi.


Hal ini, disampaikan oleh Prof. Dr. Aman Wirakartakusumah, mantan Duta besar/wakil RI untuk UNESCO dalam Sidang Pleno, Rembuk Nasional Pendidikan (RNP), 23-25 Februari 2009 di Pusdiklat Depdiknas, Sawangan, Depok. Prof. Aman tampil sebagai pembicara tamu membicarakan topik “potret pendidikan saat ini dalam memenuhi komitmen global”.

 

Komitmen global merupakan janji dan tekad dari para pimpinan dunia yang tergabung dalam PBB dan organisasi-organisasinya. EFA dan MDGs adalah merupakan salah satu contoh komitmen itu. EFA dideklarasikan pada 2000 dalam pertemuan Dakkar dengan enam tujuan yang mencakup yaitu PAUD, pendidikan dasar, pendidikan keterampilan,  melek aksara, gender dan mutu pendidikan.

 

Pada tahun yang sama, 2000, pimpinan dunia mengadakan pertemuan milenium menyepakati 8 komitmen, MDGs, yang mencakup yaitu kemiskinan, pendidikan dasar, gender, kematian anak, kesehatan ibu, HIV/AIDS dan penyakit lain, lingkungan dan kemitraan global. Tujuan 2 dan 3 terkait dengan EFA atau pendidikan. Kedua komitmen ini harus dicapai pada tahun 2015.

 

Indonesia, menurut Prof. Aman, sangat terlibat aktif dalam komitmen ini, misalnya dalam konteks EFA, Indonesia mengambil bagian dalam proses perencanan, perdebatan, implementasi dan evaluasi program UNESCO. Terutama dalam kegiatan XB, HLG meetings, E9 countries, badan penasehat DG Unesco, anggota XB dan sebagainya. Terkait MDGs, Indonesia telah melakukan kerjasama dengan organisasi-organisasi PBB seperti UNDP, UNICEF dan aktif menyelenggarakan event nasional, regional, dan internasional terkait dengan itu.

 

Sebetulnya Indonesia, pencapaian EFA dan MDGsnya berdasarkan EDI (EFA Development Indicators), berada dalam kategori Medium. Bahkan beberapa indikator sudah ada yang di atas 0,95, seperti NER dan Gender. Yang patut mendapat perhatian adalah buta aksara dan mutu pendidikan, renkingnya belum terlalu baik. PISA bahkan menempatkan Indonesia bersama Brasil, Argentina dll pada level law achievement dalam melihat kemampuan siswa menyelesaikan soal-soal tingkat kesulitan dasar. 60 persen siswa Indonesia hanya mampu menyelesaikan persoalan dengan tingkat kesulitan rendah.

 

Menurut Prof. Aman, Perguruan tinggi memainkan peran penting dalam mengakselerasi pencapaian komitmen EFA dan MDGs Indonesia. Dalam bidang mutu, perguruan tinggi bisa mencarikan solusi untuk pengajaran sains, kebudayaan, bahasa, keterampilan yang lebih efektif dan atraktif. Mutu guru yang baik berasal dari proses pendidikan tinggi. Upaya monitoring, evaluasi, analisis, pengembangan database dan analisis statistika yang mendalam hanya bisa dilakukan oleh perguruan tinggi, dan secara tidak langsung program KKN, Magang, studi lapangan dan model pengabdian masyarakat lainnya sangat terkait dengan program EFA dan MDGs. 

 

Ikuti Kami