Ani Yudhoyono: Layanan Pendidikan tak Selalu di Sekolah
Written by Fine Resyalia   
Friday, 09 July 2010 11:47

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ibu Negara Ani Yudhoyono mengatakan, perlunya pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan di luar sekolah. Hal itu lantaran tidak semua masyarakat Indonesia dapat mengakses fasilitas pendidikan yang baik dan lengkap di sekolah.

Oleh karena itu, Ani mengimbau agar layanan pendidikan, seperti layanan mobil pintar, motor pintar, dan kapal pintar dapat menyentuh semua lingkungan masyarakat karena semua itu merupakan bagian dari Program Indonesia Pintar.

Ani mengatakan, program itu dapat memfasilitasi pengembangan kualitas pendidikan masyarakat yang kekurangan sumber untuk belajar. ''Ini semua untuk memfasilitasi anak-anak yang tidak mendapatkan fasilitas serupa di sekolahnya,'' ujar Ani dalam pidatonya mengenai Program Indonesia Pintar di Sidang Umum Forum Parlemen Asia-Pasifik untuk Pendidikan (FASPPED) di Jakarta, Rabu (7/7).

Selain memberikan pelayanan pendidikan ke lingkungan masyarakat, Ani mengungkapkan, sasaran program Indonesia Pintar menekankan pada pemenuhan pendidikan mulai dari anak usia dini, yakni usia 4-6 tahun. Setelah itu pemenuhan hak wajib belajar anak sembilan tahun, yakni anak usia 7-15 tahun.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Nasional,angka partisipasi kasar (APK) pendidikan dasar anak usia 7-12 tahun mencapai 115 persen. APK SMP 96 persen, tetapi angka partisipasi murninya 70 persen.

Menurut Ani, selain memperbaiki pelayanan fasilitas pendidikan baik di dalam dan luar sekolah, yang perlu dikembangkan potensi spiritual, emosional, intelektual, sosial dan jasmaninya. "Pelayanan pendidikan itu diberikan untuk menolong mereka agar dapat menuntaskan pendidikan dasar 9 tahun," kata Ani.

Selanjutnya, Ani mengimbau kepada seluruh guru untuk memberikan mengajaran yang interaktif dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan pendekatan terpadu didampingi tutor.

Selain itu, Ani menjelaskan proses belajar mengajar harus ditunjang empat sentra, yakni sentra buku yang merupakan fasilitas utama, sentra komputer untuk mengenal teknologi informasi, sentra alat permainan edukatif, dan sentra audio visual atau panggung.

''Anak Indonesia harus pintar. Oleh karena itu perlu diciptakan pembelajaran di luar sekolah dengan menyebarkan informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni,'' ujar Ani. Selain itu, Ani juga mengatakan, perlunya menanamkan nilai-nilai positif keanekaragaman lingkungan sosial budaya setempat, kearifan lokal, serta menggali kecerdasan majemuk.

Sumber: Republika

 

Agenda

No events

Majalah Kampus

  • Majalah Kampus #01

  • 1
  • 2
  • 3

Ikuti Kami