Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mendapat kunjungan kehormatan dari duta besar Singapura untuk Indonesia YM Mr Anil Kumar Nayar dalam lawatannya kali ini beliau disambut langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di ruang rapat lantai 18 Gedung D, Senayan (18/3/2016).

Kunjungan kehormatan ini juga adalah sebagai bentuk lanjutan dari MoU antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Singapura yang ditandatangani pada 13 Maret 2012 di Bogor dalam bidang pendidikan. Dalam kunjungan kehormatan kali ini Dubes beserta Menristekdikti berdiskusi mengenai peningkatan kerjasama antar kedua negara di lingkup riset, teknologi, dan pendidikan tinggi terutamanya dalam bidang pendidikan tinggi beserta energi.

Menristekdikti turut menjelaskan akan adanya kemiripan dari perkembangan sains dan teknologi seperti dalam 7 bidang prioritas riset yakni, agrikultur & pangan, obat dan kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, sarana infrastruktur dan transportasi, nano teknologi (advance materials), pertahanan, dan energi terbarukan, yang disambut dengan baik oleh duta besar terutama dalam bidang energi terbarukan dimana peluang masih sangat terbuka untuk kedua belah negara. Energi nuklir menjadi poin yang sangat menarik untuk kedua belah pihak.

“23% stok energi indonesia disupply dari energi terbarukan yakni, energi geothermal, energi solarhydropower, dan lainnya,” ujar Menristekdikti M. Nasir

Kerjasama dalam bidang energi juga didorong untuk menuju ke arah riset dan ingin lebih terfokus kepada bidang-bidang spesifik dalam lingkup kecil serta menunggu hasil uji coba. Hal ini dikarenakan komersialisasi di bidang energi terutamanya energi nuklir masih perlu pertimbangan mengingat pentingnya persetujuan dari masyarakat serta arahan dari presiden.

Dalam diskusi yang sama juga dibahas perihal peningkatan kerjasama dalam hal pendidikan tinggi terutama dalam bidang kemahasiswaan serta sekolah kejuruan. Nantinya dari kerjasama ini diharapkan dapat terjadi pertukaran pengetahuan dan informasi dalam bidang engineering dan social science. Dubes Singapura menyambut serta mengajak Menristekdikti dan jajaran kementerian untuk mengadakan kunjungan balasan agar dapat lebih membahas program kerjasama secara lebih detail. (mf/bkskp)

Galeri