Dalam rangka mempererat kerjasama dan pertukaran informasi, berbagi pengalaman dalam penelitian ilmiah, pendidikan tinggi, dan inovasi Indonesia-Swedia. Kemristekdikti menyelenggarakan Indonesia-Sweden Excellence Seminar bersama pemerintahan Swedia, mitra Kedutaan Besar Swedia, Swedia Akademik Forum Kolaborasi, Swedia Yayasan Kerjasama Internasional dan Pendidikan Tinggi, dan Enam Perguruan Swedia, Lund University, Linköping University, Uppsala University, Stockholm University, Chalmers University of Technology, dan Royal Institute of Technology di Stockholm. Serta mitra penting Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada sebagai tuan rumah utama, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), The Center of Excellence dari kopi dan Kakao Jember (Pui Jember), Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), LPDP – Departemen Keuangan; Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara dan lainnya. Acara tersebut bertempat di Balai Senat, Universitas Gadjah Mada-Yogyakarta (15/3/2016).

“Selamat datang di kota yang indah, Yogyakarta!” ucap Johanna Brismar Skoog Duta besar Swedia dalam pembukaan sebelumnya pada Dinner di Yogyakarta Plaza Hotel (14/3).

Seminar ini mendorong dan memfasilitasi hubungan lebih dekat antara lembaga dan instansi dalam bidang terkait. Rektor UGM Prof. Dwikorita Karnawati mengatakan dalam pembukaannya bahwa semua lembaga mengambil bagian dalam kerjasama ini terutama pada penelitian kolaboratif dan program pertukaran (gelar dan non-gelar). Sektor tunduk kolaborasi meliputi manajemen risiko bencana bidang sosial kemanusiaan, bertujuan untuk meningkatkan penelitian di Indonesia, penerapan kesejahteraan dan demokrasi, dan penerapan energi secara khusus untuk pulau-pulau kecil di Indonesia, juga terintegrasi dengan budidaya dan perikanan.

“Mudah-mudahan universitas dan lembaga dapat bekerja sama untuk memenuhi visi ini,” ujar Rektor UGM tersebut.

Wakil Kepala Misi Eddy Fonyodi (Swedia KBRI Indonesia) mengatakan Pemerintah Swedia percaya bahwa memiliki 60 peneliti top di Indonesia adalah prestasi besar. Maret 2016, dimulai dari era baru, M. Nasir menandatangani letter of intent mengenai pendidikan tinggi dan penelitian dengan Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Swedia.

Mahasiswa Indonesia terus meningkat di Swedia, dan pemerintah telah dikenal untuk memberikan banyak beasiswa, terutama LPDP. kolaborasi antara LPDP dan kerjasama dengan universitas dan lembaga lainnya telah meningkat. Uni Eropa juga menawarkan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia yang berniat untuk belajar di universitas Swedia.

Prof. Dr. Intan Ahmad, Direktur Jenderal Pembelajaran Akademik dan Mahasiswa (Dirjen Belmawa) mewakili Menristekdikti menyampaikan rasa hormat untuk tuan rumah UGM, dan kolaborasi penelitian mitra lainnya. Dalam sambutannya Dirjen Belmawa mengatakan bahwa niat utama seminar ini adalah mempromosikan kolaborasi antara lembaga dan mengembangkan isu-isu mengenai informasi, teknologi, kelautan, dan teknologi kelautan. Dan salah satu keberhasilan yang paling penting adalah kemitraan Indonesia berkolaborasi dengan mitra Swedia, terutama di bidang ketahanan pangan.

Harapan di masa depan bahwa akan semakin banyak dukungan untuk kementerian dalam mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik. (wd/bkkp)

Galeri