Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Intan Ahmad memberikan orasi ilmiah pada acara Wisuda ke-26 Universitas Bunda Mulia (UBM)”, bertempat di The UBM Grand Auditorium – lantai 8 Kampus Universitas Bunda Mulia, Ancol, Jakarta (11/01/15). Sidang Terbuka Senat UBM ini dibuka Rektor UBM, Doody Surja Bajuadji, MBA. Dan juga dihadiri Koordinator Kopertis wilayah III Dr. Illah Sahilah, anggota Senat UBM, dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan ini Intan Ahmad tidak lupa memberikan selamat kepada para wisudawan atas keberhasilanya menyelesaikan program pendidikan di universitas UBM. Ia juga memberikan selamat kepada para orang tua wisudawan atas keberhasilan putra/putrinya menyelesaikan studi.

Saat memberi sambutan, Prof. Intan mengajak kepada para undangan, terutama sivitas akademika UBM untuk melihat tantangan yang dihadapi perguruan tinggi agar bisa berkontribusi terhadap peningkatan daya saing bangsa. Menurut Intan, semua perlu menyadari bahwa dengan semakin terkaitnya masyarakat dunia melalui perdagangan internasional, sarana transportasi global, dan internet, maka pemenangnya adalah mereka yang dapat selalu beradaptasi dan mengikuti perubahan dunia dengan cepat.

“It is not the strongest who is able to survive but the most adaptable,” kata Charles Darwin, sebagaimana dikutip Intan Ahmad, guru besar Biologi ITB.

Jika kalimat ini dihubungkan dengan era persaingan global, maka dapat dimaknai “mereka yang mampu bertahan dalam menghadapi tantangan perkembangan jaman dan globalisasi, bukanlah mereka yang terkuat, melainkan yang mampu beradaptasi”, lanjut Intan Ahmad.

Tidak lupa, Prof. Intan mengapresiasi UBM yang terus berupaya meningkatkan daya saing universitas sehingga dapat selalu menjadi “Center of Excellence”. Dengan begitu, menurutnya, UBM telah menjadi bagian untuk mewujudkan salah satu visi pembangunan nasional prioritas sesuai nawacita pemerintah, yakni peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa di masyarakat internasional sehingga dapat mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera,

Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada para wisudawan. Kami pesan bahwa wisuda ini bukanlah akhir dari perjuangan, bukan pula akhir dari pendidikan, melainkan langkah baru untuk mencapai kesuksesan dalam hidup di masyarakat, bangsa dan negara. “Kalau Anda ingin sukses bersiaplah untuk gagal. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda,” pesan Intan. (Sugeng/Belmawa. Editor: fb/L4).