PIH UNAIR: Dalam rangka pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Airlangga (UNAIR) menjalin kerjasama dengan The Islamic Research Research and Training (IRTI) Islamic Development Bank (IDB). Bentuk kerjasama yang dijalankan tersebut berkisar antara penyelenggaraan lokakarya, riset, dan pembangunan infrastruktur untuk sivitas akademika UNAIR.

Demikian disampaikan Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak, CMA., selesai melakukan penandatanganan kerjasama kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan pihak IRTI IDB, di Jakarta, Kamis (19/5) kemarin. Dalam penandatanganan MoU itu UNAIR diwakili oleh Rektor, sedang IRTI IDB diwakili oleh Prof. Datuk Dr. Mohd Azmi Omar selaku Director General IRTI IDB.

”Dengan IRTI, nanti UNAIR akan menggelar workshop tematik yang terkait dengan koperasi syariah atau koperasi Islam. Selain itu juga ada donasi buku,” kata Prof. Nasih, Jumat (20/5) kemarin.

Terkait dengan donasi buku yang dimaksud, Rektor menjelaskan bahwa jika seseorang atau lembaga di lingkungan UNAIR menulis buku terkait aspek ke-Islaman, maka IRTI-IDB akan memberikan reward atau hibah yang bisa digunakan untuk riset. Besarnya reward tersebut mencapai Rp 250 juta. Selain itu IRTI-IDB juga memberikan beasiswa dan berbagai program lainnya untuk civitas UNAIR.

Menurut Prof. Nasih, kedepan peneliti UNAIR akan melakukan sejumlah riset yang berkaitan dengan keuangan mikro. “Kebetulan, IDB juga sedang fokus di microfinancing, seperti usaha-usaha kecil (UKM), sehingg UNAIR punya ladang besar disana, dan UNAIR akan lakukan beberapa hal. Begitu pula dengan kegiatan pertemuan ilmiah di level internasional,” tambah Guru Besar Akuntansi FEB UNAIR ini.

“Dari aspek pembiayaan jangka pendek, kita berharap ada support kegiatan, seperti kegiatan training dan riset. Ini berlaku seluruh dunia, misalnya, yang sangat dekat ada workshop di Malaysia. Peserta-peserta yang menjadi pembicara akan dibiayai oleh IRTI. Dari kami juga begitu. UNAIR bias menyelenggarakan berbagai workshop yang bisa diikuti oleh masyarakat internasional,” kata Rektor.

Terkait dengan pembiayaan infrastruktur, UNAIR berharap adanya dukungan dana terkait dengan wakaf dan pembangunan infrastruktur. “Kedepan, yang akan kami dorong adalah berkembangnya wakaf dan penyiapan infrastrukturnya. Kita berharap bisa di-support oleh IDB,” tutur Prof. Nasih mengakhiri keterangannya. (humas/unair)