Ditjen Dikti Dorong Unand dan Unair Bangun Zona Integritas menuju WBK dan WBBM

Jakarta-Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud mendorong Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Airlangga (Unair) untuk membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dalam Forum Discussion Group (FGD) virtual, Kamis (4/6).

Wakil Dekan I Fakultas Teknik Unand, Gunawarman memaparkan Lembar Kerja Evaluasi (LKE) yang telah diiisi lengkap dengan bukti dukungnya. Hal ini dilakukan setelah dilakukan pencanangan. Unand tak hanya mengisi LKE, namun juga serius dalam upaya pembangunan ZI di wilayahnya.

“Sejauh ini ada enam aspek yang sudah kami inventarisasi yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” terang Gunawarman.

Gunawarman menjelaskan kondisi awal ZI pada Fakultas Teknik Unand pada tahun 2020, masih butuh perbaikan di beberapa aspek terutama pada aspek penguatan pengawasan. Namun, Unand berupaya keras memenuhi indikator setiap area perubahan, dengan membentuk Tim Kerja RB.

Auditor Ahli Utama Itjen Kemendikbud, Maralus menekankan bahwa hal terpenting yang dapat dilakukan oleh tim ZI Fakultas Teknik Unand dalam implementasi manajemen perubahan adalah dengan mengukur program kerja secara eksplisit, sehingga telah dipraktekan sehari-hari dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal tersebut merupakan upaya dalam memberikan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.

“Kita harus melakukan perubahan pola pikir dan peningkatan pola kerja, harus dilakukan peningkatan di berbagai sektor yang berhubungan dengan SDM,” ujarnya.

Sedangkan Wakil Dekan II Fakultas Psikologi Unair Ilham mengatakan bahwa fakultas yang dipimpinnya telah membuatkan SK Tim RB. Ilham sangat mengapresiasi pendampingan yang diberikan Ditjen Dikti. Hal ini berguna untuk perbaikan fakultasnya. terkait dengan di antaranya mengenai pola rekrutmen dalam upaya membangun reformasi birokrasi.

“Kami di Fakultas Psikologi setiap tahun sudah melakukan refleksi, ada model evaluasi kinerja tahunan bersama antara dosen dan tendik, sekaligus memantapkan kinerja untuk tahun berikutnya,” ucap Ilham.

Kemudian terkait dengan budaya kerja, lanjut Ilham, ada penandatangan komitmen kerja untuk civitas academica. Salah satunya disepakati tentang berpikir positif dan bekerja nyata, untuk kepentingan Bersama. Selanjutnya, ada pula resolusi kinerja untuk masing-masing SDM, seperti yang dilakukan oleh dosen dan tendik untuk tahun berjalan.

“Kami juga memberikan reward bagi teman-teman yang memiliki prestasi,” pungkasnya. (YH/DZI/DH/FH/NH/EGA/MYG)

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan