Ditjen Dikti Siap Akselerasikan Inovasi Kerja Sama Perguruan Tinggi dengan DUDI

Siaran Pers
Nomor : 74/Sipers/VI/2020

Jakarta- Inovasi merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dengan dunia pendidikan. Dengan inovasi, diharapkan pendidikan, terutama pendidikan tinggi semakin maju dan SDM unggul dapat tercapai dengan baik.

Menindaklanjuti hal tersebut, Ditjen Dikti dan Ditjen Vokasi menggandeng industri untuk membuat sebuah platform yang memudahkan kerja sama antara kedua Ditjen tersebut dengan industri berlangsung atau diakselerasi lebih cepat. Beberapa industri akan bersinergi untuk memperkuat capaian akselerasi. Capaian sinergi DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) dapat diimplementasikan dengan keterlibatan berbagai pihak. Plt. Dirjen Dikti, Nizam, mengatakan bahwa Ditjen Dikti sudah menginisiasi kebijakan untuk mengkolaborasikan secara intensif inovator dengan investor sehingga terjadi kerja sama inovasi berkelanjutan.

Pada rapat tersebut, Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani menyampaikan informasi bahwa selama ini sudah ada kerja sama telah dilakukan dengan 104 BUMN. Selain itu, kolaborasi dilakukan dengan Kementerian PUPR terkait mahasiswa magang dan sertifikasi lulusan, tahun ini menurutnya juga direncanakan dengan mahasiswa magang sebanyak 60.000 orang. Namun upaya upaya sinergi ini memang membutuhkan komitmen yang berkesinambungan.

“Untuk launching platform direncanakan pada bulan Oktober pada saat peringatan hari sumpah pemuda, sementara platform sendiri setidaknya di bulan Agustus akan selesai. Nantinya ini merupakan hasil kerja sama tim antara tim IT Ditjen Dikti, tim akselerasi inovasi, dan tim industri itu sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Achmad Aditya salah satu Tim Akselerasi Inovasi Kemendikbud-Dikti mengatakan bahwa perlunya dibangun ekosistem dan implementasi model pentahelix. Kemudian menurutnya, membangun ekosistem tersebut ditujukan untuk semua pihak dan sektor. Lebih lanjut dirinya memberikan contoh bahwa ekosistem yang sudah dibangun diantaranya pengembangan energi di desa, serta teknologi kebencanaan penguatan sinyal.

“Proses pembangunan ekosistem akan mempertemukan antara inventor dan innovator serta keterlibatan aktif stakeholders, hal ini penuh dengan tantangan. Namun demikian platform akan menjadi salah satu cara untuk mempermudah hal tersebut,” ujarnya.

Proses pembuatan platform ini akan terus berlanjut, dan diharapkan dengan adanya platform ini, nantinya kerja sama serta kemitraan antara dunia pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri akan semakin maju, mendorong kolaborasi, membuka kesempatan datangnya inovasi dari berbagai daerah sehingga inovasi yang diciptakan dari kedua belah pihak akan semakin banyak dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (YH/DZI/WWN)

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan