Kerja Sama dengan Ristek/BRIN dan AIPKI, Ditjen Dikti Luncurkan Serial Kuliah Webinar Riset Konsorsium Covid-19

Jakarta – Merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia memberikan dampak yang serius bagi dunia kesehatan. Permasalahan kurangnya tenaga medis dan alat kesehatan menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama oleh Bangsa Indonesia.

Berbagai dukungan dalam melawan pandemi Covid-19 terus diupayakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Setelah sebelumnya menerjunkan 15.000 relawan mahasiswa kesehatan dan memberikan hibah alat pelindung diri (APD) kepada sejumlah rumah sakit, Ditjen Dikti bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/ BRIN) serta Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) akan menyelenggarakan serial kuliah webinar dengan tema Riset Konsorsium Covid-19.

Sebagai perwakilan dari Ditjen Dikti, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Aris Junaidi, hadir dalam kegiatan peluncuran kuliah webinar yang juga menjadi pembuka dari serial kuliah webinar Riset Konsorsium Covid-19, Selasa (15/9). Selanjutnya, isi dari webinar ini merupakan perkembangan penemuan dan hasil-hasil riset yang akan dipresentasikan di dalam acara webinar secara berseri. Kegiatan serial kuliah webinar ini akan dibagi dalam 14 tema besar dan 42 sesi kuliah webinar yang dapat diikuti oleh mahasiswa dan umum.

Dalam sambutannya, Aris menganjurkan kepada mahasiswa untuk mengikuti seluruh serial webinar. Menurutnya, serial kuliah webinar Riset Konsorsium Covid-19 ini akan memberikan update terkini terkait apa saja perkembangan dari para pakar yang sudah melakukan penelitian dan pengembangan. Hasil-hasil temuan tersebut nantinya akan disampaikan di dalam presentasi pada webinar ini.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan dan sertifikat elektronik. Sebagai salah satu bentuk Sistem Pembelajaran Daring di Indonesia, bagi yang mengikuti webinar secara penuh termasuk mengisi evaluasi dengan baik, bisa mendapatkan pengakuan kredit, Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), atau bentuk lain yang ditentukan oleh Program Studi di Perguruan Tinggi.

“Bagi mahasiswa mohon selalu mengikuti update penjadwalan dan kegiatan serial webinar ini dengan baik. Adik-adik mahasiswa tentu akan mendapatkan sertifikat serta ilmu tentang penemuan dari hasil penelitian,” ujar Aris.

Menutup sambutannya, Direktur Belmawa tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan demi terselenggaranya kegiatan yang baik ini. Diikuti oleh lebih dari 500 peserta, peluncuran serial webinar Riset Konsorsium Covid-19 ini dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi pengantar dari Staf Ahli Relevansi dan Produktivitas Kemenristek/BRIN, Prof. Ismunandar; serta Ketua AIPKI, Prof. Budu.
(YH/DZI/FH/DH/NH/SMY/ALV)

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan