Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Melalui PMDSU – Pengalaman Inspiratif Mahasiswa PMDSU Batch 2

Agung Setia Batubara, seorang putra asli Kuala Simpang, Aceh Tamiang kelahiran 30 September 1990, berhasil meraih  gelar doktor melalui Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) batch 2 pada tahun 2015.

Sebelum meraih gelar doktor di Universitas Syiah Kuala, Agung juga menyelesaikan gelar sarjananya di Universitas Syiah Kuala. Ia menyelesaikan jenjang S1 di Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP). Untuk selanjutnya Agung berhasil meraih program doktor pada Universitas yang sama pula.

Informasi program PMDSU didapatnya melalui salah satu rekan yang sudah mengikuti PMDSU pada batch 1. Motivasi awal yang Agung dapatkan terkait PMDSU ini adalah karena program menjadi doktor atau S3 ini tanpa perlu menyelesaikan S2 sehingga Agung pun tertarik untuk mendaftarnya.

Pada tahap seleksi, Agung harus bersaing dengan 11 calon penerima beasiswa lainnya dari seluruh Indonesia. Awalnya Agung sempat ragu akan lulus, dikarenakan beberapa syarat yang diajukan calon promotor saat wawancara belum dapat ia penuhi, yakni kemampuan bahasa Inggris yang belum memenuhi TOEFL yang disyaratkan dan proses analisis DNA Barcoding yang belum pernah dilakukannya. Untuk dapat lulus beasiswa PMDSU batch II, Agung disyaratkan mengikuti kursus bahasa Inggris di Pusat Bahasa Unsyiah serta training analisis DNA Barcoding di IPB Bogor oleh calon promotor.

Baca Juga :  Kegiatan Sosialisasi Kampus Mengajar di Universitas Cendrawasih

Singkat cerita, Agung dinyatakan lolos oleh seorang promotor yang khusus menekuni bidang perikanan yaitu Prof. Dr. Muchlisin Z.A., S.Pi, M.Sc. Selepas dinyatakan lulus dan mendapatkan beasiswa PMDSU Batch II, Agung masuk ke program doktoral pada prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (DMAS).

Semua tantangan yang pernah dialami olehnya menepis bahwa program ini tidak bisa didapatkan untuknya. Nyatanya dengan modal bekerja keras dan percaya diri, Agung bisa lulus dalam program PMDSU ini. Target dan pencapaian yang diidamkan adalah untuk  mendapatkan pelatihan DNA  barcode di University Sains Malaysia dan untuk menambah wawasan serta jaringan Agung mengikuti koferensi Internasional di Vietnam.

Sebelum menyelesaikan program ini, Agung telah dikontrak menjadi dosen di Unsyiah selama 1 tahun pada tahun 2020 dan pada tahun 2021 ia berhasil lulus menjadi CPNS dan bekerja di Universitas Negeri Medan khususnya Fakultas Matematika dan IPA.

Baca Juga :  405 Miliar Rupiah Dana Alokasi Ditjen Dikti untuk Membantu Penanganan Covid-19

Alhamdulillah saya memiliki h-indeks 3 di Scopus dan h-indeks 4 di Google Schoolar. Tahun 2019 ini saya telah menerbitkan 1 artikel dan 3 artikel dalam status accepted serta beberapa artikel lainnya dalam status under-review di jurnal terindeks Scopus.

Untuk target kedepannya Agung akan tetap menjadi tenaga pengajar dan peneliti. Lebih khususnya, Agung memiliki target untuk dapat mengajar pada level guru besar yang merupakan target terakhir dari seorang peneliti atau dosen. Target tersebut menurutnya akan sangat terwujudkan apabila terus berusaha dan bekerja keras.

“Kita senantiasa selalu berusaha, dikarenakan segala kemungkinan itu pasti ada dengan kita berusaha,” pungkasnya.
(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/UN)

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Laman : www.dikti.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Dikti
E-Magz Google Play : G-Magz

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
730 Views

Terimakasih telah mengunjungi laman Dikti, silahkan mengisi survei di bawah untuk meningkatkan kinerja kami

Berikan penilaian sesuai kriteria berikut :

  • 1 = Sangat Kurang
  • 2 = Kurang
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik
x