Dies Natalis Unram ke-58, Wapres RI Dorong Unram Lahirkan SDM Yang Terampil dan Kreatif

MATARAM-Universitas Mataram (Unram) merayakan Dies Natalis ke-58 dengan virtual bersama Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Dirjen Pendidikan Tinggi Prof Nizam dan civitas kampus dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

”Mahasiswa Unram harus disiapkan menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan kreatif,” kata Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin secara live virtual di Ruang Sidang Senat Lt III Gedung Rektorat Unram, Jumat (2/10).

Wapres mengatakan Unram telah berkembang pesat berkontribusi untuk pembangunan Provinsi NTB. Sehingga Unram harus lebih kreatif dalam melanjutkan pengembangan pendidikan untuk menjadi Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia.

”Sebagai lembaga peran Unram sangat strategis,” terangnya.

Dia berharap Unram memaknai Dies Natalis ke-58 bukan hanya sebagai selebrasi semata, namun sebagai refleksi untuk tujuan yang diinginkan Unram di masa mendatang. Sebab kini Unram semakin dewasa untuk mampu menghasilkan SDM yang dibutuhkan daerah dan negara. Unram harus mampu merancang melaksanakan pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang memuaskan. Termasuk mendukung  kebijakan kampus merdeka belajar yang diprogramkan Kemendikbud RI.

”SDM Unram harus unggul, sehat, cerdas, produktif, memiliki semangat, dan cinta tanah air,” ujarnya.

Gubernur Provinsi NTB H Zulkieflimansyah mengatakan pentingnya peningkatan kualitas dan kapasitas SDM menghadapi era modern saat ini. Untuk itu, ia berharap Unram dapat terus berkontribusi dalam melahirkan putra-putri NTB yang dapat menorehkan prestasi, baik di kancah nasional hingga internasional.

”Unram banyak melahirkan SDM yang dapat mendorong pembangunan daerah,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan itu harus dirasakan hingga ke desa. Dengan adanya Unram bisa mengupgrade kebutuhan daerah. Sehingga Unram mampu berkontribusi untuk peningkatan kapasitas SDM yang dibutuhkan daerah. Bila terus sinergi sesuai pemerintah pusat, Unram akan bisa menghadirkan kampus merdeka belajar.

”Mudah-mudahan Unram jaya selalu. Selamat Dies Natalis ke-58,” katanya.

Rektor Unram Prof H Lalu Husni mengatakan semangat Dies Natalis Unram ke-58 mendorong semangat kampus untuk berkontribusi tidak hanya untuk pengembangan kampus, tetapi juga untuk kebutuhan daerah, nasional, maupun internasional. Termasuk di tengah merebaknya Pandemi Covid-19, kampus ini berperan dalam menanggulangi korona. Sejak ditemukannya kasus Covid-19 di Indonesia dan khususnya di NTB, Unram mengambil peran penting dan langkah strategis dalam penanggulangan wabah ini dengan membentuk Satgas. Melaksanakan KKN Tematik tanggap kebencanaan Covid-19, riset inovasi pembuatan alat rapid tes bekerja sama dengan UGM dan Unair yang menghasilkan RI-GHA-Covid-19. Termasuk membuka klinik penanganan Covid-19, melakukan uji rapid tes, uji swab PCR, menyediakan ruang isolasi bagi pasien Covid-19, dan pengolahan sampah tebu menjadi alkohol sebagai bahan pembuatan handsanitizer.

”Kami selalu berusaha untuk bisa menghadirkan yang dibutuhkan daerah dan Negara untuk pembangunan,” katanya.

Ia menambahkan, posisi Unram di level nasional terus menunjukkan grafik yang meningkat. Hal ini terlihat dari klasterisasi PTN/PTS se-Indonesia yang dilakukan oleh Kemendikbud pada bulan Agustus 2020. Dari 2.136 perguruan tinggi non-vokasi dibagi menjadi lima klaster yakni Klaster 1 berjumlah 15 perguruan tinggi; Klaster 2 berjumlah 34; Klaster 3 berjumlah 97, klaster 4 berjumlah 400, dan Klaster 5 berjumlah 1.590 perguruan tinggi.

”Dari klasterisasi tersebut, Unram masuk dalam klaster ke-2. Kedepannya kita akan mengupayakan agar peringkat UNRAM terus meningkat,” tambahnya.

Reputasi Unram di level internasional juga cukup membangggakan. Hal ini terlihat dari perankingan Webometrics pada bulan Juli 2020 yang menempatkan Unram pada posisi ke-19 dari 2.694 PTN/PTS di Indonesia yang masuk dalam daftar perankingan.

”Perangkingan di Webometrics dilakukan oleh Cybermetrics Lab yang merupakan kelompok penelitian milik CSIC, sebuah badan penelitian publik terbesar di Spanyol,” tuturnya.

Kinerja Penelitian Universitas Mataram pada tahun 2020 juga meningkat signifikan. Ini ditandai keberhasilan mempertahankan rangking pada klaster tertinggi, yaitu klaster mandiri. Dari 1.977 Perguruan Tinggi Indonesia yang mengikuti perangkingan, Unram berada di posisi ke-24. Prestasi ini diperoleh dari hasil gemilang dosen di lingkungan Universitas Mataram yang mampu bersaing hingga meraih skim dana penelitian kompetitif nasional sebesar Rp 11,6 miliar. Prestasi inilah juga yang membuat Unram di urutan ke 8 dari 10 besar Perguruan Tinggi peraih dana terbesar pada tahun 2020. Demikian pula dengan Kinerja Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mataram pada tahun 2020 berada pada Klaster Sangat Bagus dengan naik ke posisi 29 dari posisi 34 yang diraih pada tahun sebelumnya.

Untuk menghilirisasi produk inovasi, Unram telah membentuk Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) yang dapat mempercepat pengembangan startup-startup. Khususnya dengan menyediakan berbagai sumber daya dan layanan yang diperlukan kepada para pengusaha.

”Startup menjadi penting karena dapat diupayakan sebagai wadah untuk mempertemukan antara akademisi, pebisnis, maupun pemerintah  untuk berkolaborasi,” jelasnya.

Di dalam bidang kerja sama, jumlah kerja sama Unram dari tahun ke tahun terus meningkat. Dari 38 kerja sama pada tahun 2018 menjadi 72 kerja sama pada tahun 2019. Hingga triwulan kedua tahun 2020 jumlah kerja sama baru mencapai 25 kerja sama.

”Kegiatan kerja sama Unram masih didominasi kerja sama di bidang Pengabdian Masyarakat, yaitu sebesar 68 persen pada tahun 2019 dan sebesar 52 persen pada tahun 2020 (sampai triwulan kedua 2020),” terangnya.

Kegiatan kerja sama Unram masih didominasi kerja sama dengan berbagai pihak di dalam negeri, yaitu 93 persen selama tahun 2019. Sedangkan sisanya sebesar 7 persen adalah kerja sama dengan berbagai pihak di luar negeri. Pada tahun 2020 kerja sama luar negeri Unram merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya termasuk kerja sama dengan universitas yang masuk ranking 100 dunia baik Top 100 QS World University Ranking (baik overall maupun by subject).

Jumlah kerjasama UNRAM dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) masih perlu ditingkatkan. Terutama terkait dengan Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Dimana program magang mahasiswa akan terus ditingkatkan.

”Salah satu yang dilakukan adalah meningkatkan hubungan melalui komunikasi yang intensif termasuk melalui Seminar Daring dengan DUDI,” tambahnya.

Kedepan, Universitas Mataram berkomitmen melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi sesuai dengan standar mutu untuk mengimplementasikan program kebijakan Kemendikbud tentang MBKM. Dalam merespon kebijakan tersebut Universitas Mataram menerbitkan Peraturan Rektor No. 2 tahun 2020 tentang Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di UNRAM dan Peraturan Rektor No. 3 Tentang Pedoman Akademik Unram tahun 2020 yang isinya antara lain tentang Pedoman Implementasi Kebijakan MBKM di Unram. Pada semester ini Unram juga telah menawarkan mata kuliah lintas program studi kepada mahasiswa. Untuk implementasi kebijakan MBKM di luar perguruan tinggi, mahasiswa dapat memilih kegiatan KKN Tematik yang diintegrasikan dengan kegiatan Pengalaman Lapangan Persekolahan (PLP) bagi mahasiswa FKIP dan kegiatan PKL bagi mahasiswa lainnya. Selain itu, untuk memantapkan program MBKM, UNRAM juga telah dan akan mengadakan kolaborasi dengan dunia Usaha, Dunia Industri,  Perguruan Tinggi dan  Lembaga Pemerintah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud RI Prof Nizam semangat Kampus Merdeka yang sebetulnya sudah digaris bawahi Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara. Tujuan pendidikan tak sekadar memberikan ilmu tapi menciptakan manusia berdikari, mandiri, tidak bergantung pada orang lain, dan mampu menentukan masa depannya sendiri. Menurutnya Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

”Tujuan pendidikan adalah melahirkan insan merderka yang berbudaya,” terangnya.

Kebijakan Kemendikbud kini tentunya untuk penciptaan karakter unggul, budaya akademik Kolaboratif dan Kompetitif di Perguruan Tinggi. Dalam mewujudkan ini diperlukan pemahaman wawasan umum, pengembangan kepemimpinan, pendampingan dosen (dosen penggerak). Ada juga pengembangan kecerdesan, tanggung jawab, dan pastisipasi. Termasuk juga pembelajar sepanjang hayat yang memiliki semangat juang pantang menyerah. Perguruan tinggi harus mendisrupsi diri agar tak tertinggal dan ditinggalkan oleh mahasiswa. Diperlukan pemimpin transformational perguruan tinggi yang kuat untuk melakukan disrupsi diri dan mentransformasi perguruan tinggi yang agile. Semangat merdeka belajar untuk menyuburkan kreativitas generasi unggul, membuka ruang semesta belajar bagi mahasiswa, dan menggandengkan perguruan tinggi dan dunia nyata. Merdeka belajar menjadi katalis terbentuknya ekosistem penta helix, menghubungkan perguruan tinggi dengan dunia nyata, menjadikan perguruan tinggi sebagai mata air bagi industri, masyarakat, dan pembangunan bangsa. Prinsip gotong royong antar pelaku dan penerima manfaat Pendidikan menjadi kunci membangun pendidikan tinggi ke depan.

”InshaaAllah kita bisa,” katanya. (*)