UI Dorong Keadilan Gender Lewat Pendidikan, Riset, dan Inovasi

Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan webinar bertema “Perempuan, Merajut Asa untuk Masa Depan Indonesia” pada Rabu (21/4) dengan pembicara kunci drg. Nurtamy, Ph.D, Sp. OF(K), Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI.

Webinar ini menghadirkan narasumber Prof. Budi Anna Keliat (Guru Besar Fakultas Ilmu Keperawatan UI dan Pakar Ilmu Keperawatan Jiwa), Dr. Ima Mayasari, MH (Pakar Hukum Administrasi Negara dan Dosen FIA UI), dan Dr. Mirra Noor Mila (Pakar Psikologi Sosial dan Dosen Fakultas Psikologi UI).

Dalam menggaungkan kembali semangat Kartini, UI menyelenggarakan webinar tersebut. Acara ini diharapkan mendorong keadilan gender khususnya dalam bidang pendidikan serta memperbincangkan gagasan baru terkait dengan perempuan dalam bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Selain menginspirasi perempuan Indonesia, Kartini merupakan pahlawan nasional dan simbol bagi gerakan emansipasi perempuan. Pikirannya mewakili semangat baru, yang memungkinkan perempuan dapat mengaktualisasikan diri dalam memperjuangkan kesetaraan.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI tersebut menyampaikan bahwa UI memberikan kesempatan yang sama baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga pendidik dalam meraih prestasi baik academik, organisasi, maupun manajerial. Bidang Riset Inovasi dan Pengabdian Masyarakat juga memberikan ruang untuk mengoreksi ketimpangan gender dengan menguatkan pemberdayaan perempuan melalui kualitas daya saing.

“Saya mengajak para kartini-kartini muda, para peneliti, inovator dan pengabdi perempuan di lingkungan UI untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa ini dengan tanpa henti mengupayakan terobosan dan inovasi di era distruksi ini untuk menciptakan teknologi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat” ujarnya.

Baca Juga :  3.747 PESERTA SBMPTN LULUS DI UNSYIAH

Prof. Budi Anna Keliat menceritakan peran perawat yang begitu esensial dalam menghadapi pandemi Covid-19. Seperti yang diketahui bahwa perawat di Indonesia lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki. Menurutnya, sebagai seorang perempuan, perawat dapat menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu dan juga perawat untuk keluarganya sendiri. Peran perempuan sangat besar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dan terdiri dari 3 pilar yakni regulasi, praktik professional, kesejahteraan sosial ekonomi. Hal tersebut membuktikan bahwa perempuan dapat berkontribusi besar pada kesejahteraan masyarakat. “Selama pandemi, peran perawat berada di garda terdepan tanpa lelah untuk memulai pelayanan terhadap kasus Covid-19, tanpa mengenal rasa lelah dan menyerah siap untuk menjadi pahlawan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ima Mayasari menjelaskan cara menyeimbangkan peran sebagai seorang ibu, istri, dan karier. Ima mengatakan bahwa ia selalu berusaha membangun keselarasan dimulai dari sisi agama, peran seorang ibu dan istri di keluarga, karir serta hubungan dengan sosial masyarakat. Agama menjadi salah satu peran penting yang dipertimbangkan ketika hendak menyeimbangkan peran perempuan.

Baca Juga :  UI Terima Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Predikat Informatif

Untuk mengatur empat hal tersebut secara bersamaan, Ima membutuhkan perjuangan yang luar biasa dikarenakan berbagi peran ibu, istri dan karir tidaklah mudah. “Sebagai seorang perempuan harus bisa menyeimbangkan semua itu tanpa ada yang tertinggal dalam mengerjakannya,” kata Ima.

Dalam webinar tersebut, Dr. Mirra menjelaskan tentang refleksi ideologis terkait dengan peran perempuan di Indonesia dan peran perempuan akademika. “Dalam masyarakat Indonesia terdapat pandangan yang kuat bahwa terstruktur secara hierarki, dimana terjadinya pemisahan laki-laki dan perempuan seperti laki-laki selalu berada di depan dan perempuan berada di belakang. Peran perempuan dalam bidang akademik cenderung terobsesi pada kebenaran, dimana sains memiliki tujuan untuk menemukan kebenaran dan hal ini menggunakan mode pemikiran rasional dan kritis, namun tidak semua perempuan memiliki pemikiran seperti ini,” ujar Mila.

Pada akhir webinar, Laras Sekarasih selaku moderator mengatakan bahwa UI menegaskan posisinya, demi mendorong keadilan gender melalui bidang pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian serta pemberdayaan masyarakat. Keadilan gender berbanding lurus dengan kesetaraan pembangungan. Pemberdayaan perempuan berati juga memperkuat partisipasi ekonomi dan sosial perempuan dalam membangun Indonesia. Maka dari itu, program-program yang mengarusutamakan gender perlu diprioritaskan sebagai bagian dari amanat mencapai keadilan sosial, dan disinilah peran perempuan Indonesia dalam berbagai bidang perlu dukungan dan diberdayakan.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
75 Views

Terimakasih telah mengunjungi laman Dikti, silahkan mengisi survei di bawah untuk meningkatkan kinerja kami

Berikan penilaian sesuai kriteria berikut :

  • 1 = Sangat Kurang
  • 2 = Kurang
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik
x