PEKALONGAN – Kapal paralon pertama karya anak bangsa menjalani uji operasional pada Kamis (1/9) pagi. Uji layar kapal dengan nama “Baruna Fistama” ini dilakukan di perairan Laut Jawa di sekitar pelabuhan perikanan Pekalongan.

Turut serta pada uji operasional kapal paralon “Baruna Fishtama” antara lain Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikt) Jumain Appe, Walikota Pekalongan HA Alf Arslan Djunaid, Direktur Utama PT Barokah Marine Agus Triharsito, Hapsari Herawati dari Banten selaku pembeli kapal paralon pertama, Veronica dari Pontianak selaku pemesan kapal paralon ke dua, serta sejumlah pejabat terkait.

Kapal paralon dgn bobot mati 17 GT tersebut sangat stabil dalam menerjang ombak Laut Jawa di sekitar pelabuhan perikanan Pekalongan sekitar setengah jam.

Selain uji operasional kapal “Baruna Fishtama”, pada kesempatan tersebut dilaksanakan juga peletakan lunas kapal paralon jilid dua dengan nama “Hasil Karya I” yg dipesan oleh Veronuca dari Pontianak. Peletakan lunas kapal dilakukan Walikota Pekalongan dan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti.

Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe kagum atas kestabilan kapal paralon itu. “Stabil, tidak terlalu goyang kena ombak. Koefisien gesekan dengan airnya kecil, sehingga lebih efisien dalam hal konsumsi BBM dibanding kapal lain. Maka biaya operasional kapal ini lebih rendah dari kapal jenis lain. Ini bisa menjadi produk kapal nasional untuk nelayan, dan harus dipromosikan secara nasional,” ungkapnya.

Pemesan kapal paralon ke dua, Veronica, mengaku tertarik untuk memesan kapal paralon karya PT Barokah Marine karena sudah terbukti stabil. Dia menilai, kapal ikan dari bahan paralon itu lebih stabil dibanding kapal ikan dari kayu.

“Tadi sudah saya coba, ternyata stabil. Meskipun kena empasan ombak tetap tenang. Ini sangat tenang, kalau kapal-kapal biasa lebih goyang kalau kena ombak. Tadi padahal ada 45 orang yang naik, itu jumlahnya sudah over, karena mestinya hanya 20 orang. Tetapi tadi tetap stabil,” ungkapnya.

Sementara, Dirut PT Barokah Marine Agus Triharsito mengaku puas dengan resmi dioperasikannya kapal paralon pertama di Indonesia tersebut. “Setelah melalui proses uji coba sekian lama, akhirnya kapal ini hari ini resmi kami operasionalkan perdana,” katanya.

Dia menjelaskan, kapal ikan dari bahan paralon itu akan menjadi kapal nelayan masa depan di Indonesia. Kapal paralon tersebut lebih ramah lingkungan dan membantu menjaga kelestarian lingkungan, karena bisa mengurangi penggunaan kayu yang semakin hari semakin langka. (MSF)