Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, bertekad mendukung program swasembada pangan melalui pengembangan bibit unggul bidang pertanian. Dibawah terik matahari, Menristekdikti juga melakukan Panen Benih Padi Varietas Sidenuk di Desa Tunggul Redjo, Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Minggu (17/1).

Kemenristekdikti ingin terus mensosialisasikan varietas unggul sidenuk yang sudah digunakan di beberapa propinsi di Indonesia, dari pengembangan hasil riset Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dengan teknologi Intesifikasi Padi Aerob Terpadu Berbasis Organik (IPAT BO), yang mampu menghasilkan padi antara 9 hingga 12 ton per hektar.

“Di Jawa Barat hampir 40% masyarakat menyukai varietas padi sidenuk, disamping kualitas rasa berasnya yang enak, produktivitas padi ini bisa meningkat dari hasil padi pada umumnya. Saya berharap potensi ini bisa mensejahterahkan para masyarakat maupun petani nantinya”, ujar Nasir didepan puluhan kelompok para petani yang tersebar di Desa Tunggul Redjo.

Pada acara yang juga dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kemristekdikti, Jamal Wiwoho, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Ravik Karsidi, salah satu usulan datang dari Bupati Karanganyar yang ingin berencana membangun kampus UNS kedua di lahan yang ada di Karanganyar. Usulan tersebut disambut baik oleh Menristekdikti. “Saya akan sediakan lahannya bilamana ingin membuat fakultas pertanian UNS disini, tujuannya supaya kualitas pendidikan masyarakat yang lebih baik”, ujar Nasir.

Nasir juga mengharapkan masyarakat di Karanganyar dapat menerima teknologi dan inovasi yang masuk dalam jangka waktu kedepan, agar dapat membantu para petani untuk proses menanam, memanen, mengolah, serta mendaur ulang pupuk padi dari kotoran sapi. Menurutnya dimulai dari bidang akademis itulah semuanya bisa dikembangkan.

Dalam kesempatan itu, Juliyatmono menyampaikan perkembangan hasil padi di wilayahnya, “Kabupaten Karanganyar sampai hari ini masih surplus beras yang relatif bagus dan mengalami kenaikan pergerakan, rata-rata 1 hektar dengan hasil diatas 11 sekian ton”, paparnya.

Bupati Karanganyar juga menyerukan kepada para petani yang hadir untuk terus bersemangat agar menjadi petani yang punya semangat tinggi dan berkualitas, dengan adanya kecanggihan teknologi dan kemajuan inovasi yang ada. (ard/bkkpristekdikti)

Galeri