SIARAN PERS
No.  /SP/HM/BKKP/I/2016

Jakarta, 12 Januari 2016

Menristekdikti, M. Nasir meluncurkan program NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus) bagi Dosen yang diangkat oleh Perguruan Tinggi berdasarkan perjanjian kerja,setelah memenuhi beberapa persyaratan, di Auditorium Binakana, Gedung Bidakara, Jakarta Selatan (12/1/16). Uniknya, NIDK bisa menerima Dosen berkewarganegaraan asing, namun dengan penambahan syarat meliputi memiliki izin kerja di Indonesia; memiliki jabatan akademik minimal associate professor, dan memiliki minimal 3 publikasi internasional dalam jurnal internasional bereputasi.

Sementara secara umum persyaratan mendapatkan NIDK adalah selain telah diangkat sebagai Dosen oleh perguruan tinggi berdasarkan perjanjian kerja, juga memiliki kualifikasi akademik; sehat jasmani dan rohani; serta tidak menyalahgunakan narkotika. Esensi yang membedakan NIDK dengan Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) adalah dosen ber NIDK dapat berasal dari pegawai negeri sipil, TNI, POLRI, peneliti, praktisi, perekayasa, ataupun dosen purna tugas. Dosen yang memiliki NIDK tetap diperhitungkan rasionya terhadap mahasiswa.

Secara perhitungan nasional, jumlah tenaga dosen yang tersebar di Indonesia masih masuk dalam kategori terbatas kendati berbagai upaya pembinaan telah dilakukan. Selama ini, pelaksanaan proses rekruitmen hanya menjangkau kalangan tertentu yang dimulai dari jabatan paling rendah (single entry), sehingga kurang menjaring banyak kandidat untuk menjadi dosen. Melihat fenomena tersebut Kemenristekdikti berinovasi, menetapkan system multi entry yang dapat merekruit dosen dari kalangan lebih luas yang berasal dari berbagai jabatan, termasuk mereka yang sudah bertitel profesor, peneliti, praktisi, perekayasa, dan sebagainya.

Bagi Profesor, NIDK berlaku hingga Dosen bersangkutan berusia 70 tahun, sedangkan bagi Dosen selain Profesor berlaku hingga berusia 65 tahun. NIDK bagi Profesor dapat diperpanjang untuk lima tahun dan dapat diperpanjang kembali sebanyak dua kali, masing-masing untuk 2 tahun. NIDK bagi Dosen selain Profesor dapat diperpanjang untuk lima tahun. Perpanjangan ini dilakukan dengan melampirkan perjanjian kerja dengan perguruan tinggi, serta surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumahsakit.

Untuk Dosen Purna Tugas, NIDK dapat diberikan untuk pertama kalinya pada usia 70-78 tahun bagi Profesor, dan 65-69 tahun bagi Dosen selain Profesor. Sedangkan untuk Dosen pindah perguruan tinggi, NIDK tetap berlaku. Dengan diluncurkannya NIDK, maka Kemenristekdikti telah melakukan sebuah langkah strategis dan terobosan dalam berbagi sumberdaya,serta membangun sinergi antara jajaran akademisi, peneliti, perekayasa, praktisi, pelaku dunia usaha, dan pemerintah demi tercapainya Indonesia yang lebih optimis.

##