Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan acara ‘Media Gathering’ (Jumpa Pers) pada Rabu (29/06) di Gedung D Kemristekdikti Senayan, Jakarta. Acara ini dihadiri Menristekdikti Mohamad Nasir beserta jajarannya. Sebanyak 48 para awak media cetak, elektronik, maupun online, turut hadir meramaikan acara tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti menyampaikan paparan mengenai capaian kinerja dari program-program Kemristekdikti pada Semester I 2016. Berbagai prestasi terpenting dari Kemristekdikti, antara lain adalah (i) melakukan efisiensi anggaran operasional dan anggaran lainnya untuk meningkatkan anggaran Beasiswa Bidikmisi Rp 90 Milliar dan menambah Anggaran Beasiswa PPA Rp. 50 Milliar.
(ii) Telah beroperasinya PINTU (Pusat Informasi dan Pelayanan Terpadu) Kemristekdikti, serta (iii) Terakreditasinya Pusdiklat Kemristekdikti, sehingga dapat melaksanakan diklat formal Kemristekdikti.

Selain itu, Kemristekdikti juga telah meluncurkan (iv) sistem penomoran ijazah nasional yang dimaksudkan untuk menghindari ijazah palsu. Sistem penomoran dengan 14 digit tersebut, terdiri dari lima digit pertama yang merupakan kode program studi, empat digit berikut adalah tahun kelulusan, dan lima digit sisanya adalah nomor urut ijazah.

Dalam upaya untuk meningkatkan Perguruan Tinggi (PT) Indonesia dalam peringkat dunia, saat ini baru ada dua PT Indonesia yang unggul dalam peringkat dunia, yaitu UI dengan ranking 358 dan ITB dengan ranking 431-440, berdasarkan QS WUR 2015/2016. Sehubungan dengan itu, pada tahun 2016, diharapkan UGM juga akan lebih meningkat lagi indeks peringkat Internasionalnya. Prestasi Kemristekdikti lainnya adalah (v) penciptaan NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus) dan (vi) program BUDI (Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia).

Menristekdikti Nasir juga menginformasikan bahwa saat ini tengah dikaji (vii) data-data tentang keunggulan masing-masing Perguruan Tinggi di Indonesia, dalam rangka penyusunan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2015-2045, serta berbagai program insentif untuk mendukung percepatan litbang di Indonesia.

Selain itu, Menristekdikti juga menginformasikan (viii) inovasi-inovasi Indonesia, antara lain dalam bidang pangan adalah ‘Start up Industri Benih Padi IPB 3S’, ‘Teknologi Unggulan untuk Produksi Biofertilizer’, ‘Pengembangan Industri Pembibitan Sapi Lokal berbasis Iptek di Maiwa Breeding Centre UNHAS, ‘Inovasi Perancangan Kapal Angkut Perikanan’, ‘Base Station and Smart Phone 4 G’, ‘Hilirisasi Produk Alat Kesehatan Unggulan UGM, antara lain INA-Stent untuk jantung, serta ‘Pengembangan dan Produksi Radar Nasional’.

Dalam hal pengawasan dan pengendalian, Kemristekdikti telah mendorong penyelesaian Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA).

Diakhir sesi jumpa pers, Menristekdikti juga mensosialisasikan rencana peringatan “Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-21, 10 Agustus 2016 di Solo, yang direncanakan akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.

Dengan mengambil tema “Gelorakan Inovasi”. “Hakteknas ke 21 ini harus dijadikan ‘momentum’ untuk memanfaatkan dan menekankan arti penting inovasi di era digitalisasi saat ini. Riset dan inovasi harus bisa mendorong ekonomi, kemakmuran, dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” ujar Menteri Nasir.

Seusai pemaparan Menristekdikti, acara Jumpa Pers kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan buka puasa bersama para awak media Menteri Nasir pun sempat melakukan dialog dengan awak media dalam suasana yang cair dan santai. (bkkp)

Galeri