Seringkali kita tidak mengenali tumbuhan yang ada di sekitar kita sehingga banyak tumbuhan yang belum termanfaatkan secara optimal. Pengetahuan tentang tumbuhan di sekitar penting diketahui agar tumbuhan dapat dimanfaatkan secara optimal dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Selain manfaat tumbuhan yang dapat dieksplorasi, ada pula dampak negatif tumbuhan yang kurang diketahui oleh masyakarat terutama siswa sekolah dasar mengenai bahaya suatu tumbuhan apabila dikonsumsi.

Aditya Ikhsan Maulana mahasiswa Biologi Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama empat rekan sejurusannya yaitu Saefa Nur A, Arieh Mountara, Raudya Tuzzahra R dan Meilisa Dwi Nurdiyanti membuat sebuah inovasi kegiatan berjudul Poke-Plant Go!. Yakni program edukasi pengenalan biodiversitas tumbuhan sebagai upaya menciptakan generasi “Melek” sekitar.

“Kurangnya minat siswa sekolah dasar untuk mempelajari biodiversitas masih menjadi masalah tersendiri. Dengan mewabahnya permainan “Pokemon GO!” yang ada saat ini diharapkan program Poke-Plant Go! dapat membantu menarik minat siswa sekolah dasar untuk mempelajari biodiversitas tumbuhan sehingga dapat membentuk generasi yang “melek” sekitar,” ungkap Adit.

Adit beserta tim memilih SDN Sirnagalih 02, Desa Sukamantri, Kabupaten Bogor sebagai tempat penerapan idenya. SDN Sirnagalih 02 memiliki 440 siswa yang terbagi kedalam 12 kelas, yaitu kelas 1 sampai kelas 6.

Program ini ditujukan pada siswa kelas 5 yang berjumlah 79 anak. Siswa kelas 5 dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas A dan kelas B. Berdasarkan keterangan kepala sekolah, siswa SDN Sirnagalih 02 belum pernah mendapatkan pendidikan mengenai biodiversitas tumbuhan sebelumnya, sehingga ini merupakan program pertama yang mengajarkan mengenai biodiversitas tumbuhan. Program ini bertujuan untuk mengenalkan keberagaman tumbuhan yang ada di sekitar SDN Sirnagalih 02 sehingga tumbuhan di sekitar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Di sekitar SD tersebut dijumpai keberagaman tumbuhan yang tinggi. Terdapat kurang lebih 100 spesies tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar sekolah, termasuk di dalamnya tumbuhan obat dan tumbuhan beracun yang kurang diketahui masyarakat. Selain itu, terdapat juga tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias,” ujarnya.

Kegiatan yang diusung Adit bersama tim ini berlangsung selama 5 bulan. Bulan pertama dilakukan persiapan dan observasi serta pemetaan tumbuhan. Pada minggu ke-1 bulan 2 dilakukan pembukaan program bersama dengan kepala sekolah, guru-guru, serta siswa yang akan terlibat dalam program ini. Kegiatan berikutnya adalah “Poke Hunt” yaitu kegiatan berkeliling mencari dan mengidentifikasi tumbuhan sekitar dengan menggunakan peta persebaran dan buku Pokelog dan melaporkan tumbuhan yang ditemukan kepada pendamping. Kegiatan Poke Hunt  dilakukan pada minggu ke-2 bulan 2 hingga minggu ke-4 bulan 4. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan didampingi oleh 1 anggota PKM-M dan 1 guru.

Pokelog Upgrade adalah metode peningkatan atau upgrading dalam mencari dan mengenal tumbuhan. Siswa yang berhasil menemukan semua tumbuhan yang ada di Pokelog dalam rentang waktu 2 kali pertemuan akan diberikan Pokelog Upgrade.

Pokelog Upgrade berisi beberapa tumbuhan yang lebih sulit untuk ditemukan sehingga memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi, harapannya siswa lebih bersemangat dan aktif dalam mengenali tumbuhan di sekitar sekolah. Pokelog Upgrade dilakukan 2 kali, yaitu pada minggu ke-2 bulan 3 dan minggu ke-4 bulan 4. Siswa yang belum berhasil menemukan semua tumbuhan yang ada di Pokelog, tetap melanjutkan kegiatan Poke Hunt seperti biasa.

Berikutnya adalah “Gym Fight”, yaitu metode untuk menguji pengetahuan siswa akan tumbuhan yang telah mereka temui saat Poke Hunt. Gym fight dimainkan dua pihak yaitu  siswa dan pihak anggota PKM-M atau guru pendamping.

Permainan ini menggunakan satu set kartu untuk siswa dan satu set kartu untuk anggota PKM-M dan guru pendamping. Isi dari masing-masing kartu adalah foto tanaman beserta keterangan singkat dari 1 tumbuhan. Kartu-kartu tersebut dapat ‘melawan’ satu sama lain berdasarkan tingkatan yang telah ditentukan, maksud dari melawan di sini adalah pemain mengeluarkan tipe kartu yang sesuai untuk melawan lawan mainnya. Cara bermain Gym fight adalah satu lawan satu yaitu anggota PKM-M atau guru akan menunjukkan satu kartu dan siswa harus menunjukkan kartu lain yang bisa mengalahkan kartu tersebut.

Terakhir adalah Poke Ask Question (PAQ) yaitu suatu sarana untuk menjawab pertanyaan siswa. Anggota PKM-M memberikan pemaparan mengenai pertanyaan yang diajukan siswa selama kegiatan berlangsung. Dalam kegiatan PAQ siswa juga diperbolehkan  memberikan pertanyaan yang belum ada di daftar pertanyaan PAQ. Kegiatan ini dilakukan 2 kali, pada minggu ke- 2 bulan 3 dan minggu ke-4 bulan 4. Kegiatan PAQ sekaligus menjadi sarana monitoring dan evaluasi siswa di minggu terakhir.

“Program Poke-Plant Go! adalah solusi untuk mengatasi rendahnya kesadaran dan minat siswa untuk mempelajari keberagaman tumbuhan sekitar. Keberlanjutan dari program ini dengan adanya pengkaderan kepada guru ataupun siswa yang akan melanjutkan program ini. Diharapkan program Poke-Plant GO! dapat terus berlanjut di SDN Sirnagalih 02 dan dapat diterapkan di sekolah dasar lain di Indonesia,” ujarnya.(IR/Zul)