Bandung – Setelah melakukan kunjungan ke Unpad, pada hari kedua di Bandung (25/2) Komisi X DPR RI juga melakukan kunjungan kerja ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada kesempatan tersebut, Komisi X dengan ketua rombongan Ferdiansyah, SE, M.M yang juga diikuti oleh sejumlah anggota DPR RI Komisi X antara lain Ketua Umum Komisi X Hj. Popong Djundjunan, Nico Siahaan, dan Venna Melinda diterima oleh Rektor ITB, Direktur Politeknik Manufaktur (Polman), Direktur Politeknik Negeri Bandung (Polban) beserta jajarannya dan pejabat Kemenristekdikti yang mewakili Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan  (Dirjen Belmawa) Prof. Intan Ahmad beserta Direktur Karir dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Prof. Dr. Bunyamin Maftuh. Menurut Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi X tujuan dari kunjungan kerja ini adalah untuk membahas program BOPTN, program beasiswa dan kepangkatan dosen.

Acara diawali dengan paparan para Wakil Rektor ITB dan Direktur Polman dan Polban terkait dengan pertanyaan tertulis yang telah dikirimkan sebelumnya. Pada kesempatan diskusi, Direktur Polman dan Wakil Rektor ITB Wawan Gunawan mengemukakan pendapat yang senada bahwa program beasiswa LPDP sebaiknya dikelola oleh Kemenristekdikti.

Anggota Komisi X Venna Melinda mengharapkan kontribusi perguruan tinggi dalam bidang teknologi visual dan industri kreatif. Menjawab hal tersebut, Prof. Kadardah selaku Rektor ITB menjawab bahwa pada saat ini salah satu dosen ITB sedang membuat film dan akan dilaunching segera. Rektor ITB Prof. Kadarsah mengemukakan paradigma ITB sekarang tidak menitikberatkan ranking perguruan tinggi melainkan fokus kontribusi apa yang diberikan kepada masyarakat.

Salah satu Wakil Rektor ITB berkata, “Di ITB hanya 30% mahasiswa yg membayar UKT penuh sedangkan 20% mahasiswa gratis dan sisanya membayar UKT sesuai kemampuannya”.

Direktur Polban mengusulkan bahwa tunjangan fungsional dosen agar ditinjau ulang mengingat bahwa peraturan tersebut sudah 10 tahun belum direvisi.

Sebagai penutup Dirjen Belmawa, Prof. Intan Ahmad berterima kasih atas kunjungan kerja Komisi X serta mencatat semua masukan dalam diskusi untuk kemudian ditindaklanjuti. (sb/bkkp)