Sebagai perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang pembibitan (breeding) dan penggemukan sapi (feedlot), PT. Karya Anugerah Rumpin (KAR) memiliki komitmen untuk terus berusaha memperbaiki dan mengelola kualitas ternak agar berhasil menjadi salah satu pilar untuk menyediakan ketersediaan daging sapi yang cukup bagi konsumen di Indonesia. Oleh sebab itu, dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut, PT. KAR menggandeng kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang berada dibawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia untuk menyediakan daging sapi berkualitas tinggi melalui teknologi perbaikan genetika bibit dan populasi ternak sapi lokal.

Kerjasama tersebut merupakan contoh penerapan hasil litbang pada industri dan masyarakat serta contoh sukses sinergi komponen triple helix (ABG), yaitu Akademisi (A), Sektor Bisnis (B), dan Pemerintah (G) sebagai aktor-aktor inovasi. Implementasi kerjasama operasional antara LIPI dan PT. KAR sektor hulu, khususnya adopsi teknologi perbaikan genetika sapi lokal, mulai dari pembibitan, pembiakan, dan pembesaran sapi unggul berhasil menginisiasi kepercayaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan kerjasama di sektor ini. Adapun tujuan dari kerjasama ini ialah peningkatan mutu genetik bibit dan populasi ternak sapi lokal dalam rangka mendorong tercapainya swasembada daging.

Ditemui seusai konferensi pers, Direktur PT. KAR mengatakan bahwa masih banyak sapi lokal di daerah yang mengalami inbreeding atau perkawinan hubungan sedarah. Alhasil, kondisi fisik sapi tidak terbentuk secara optimal.

“Untuk mengatasi inbreeding, PT. KAR, LIPI, dan Kemristekdikti telah bekerjasama selama 7 hingga 8 tahun untuk melakukan riset. Dari tahun pertama kita memiliki 200 bibit betina dan pada tahun kelima sudah berhasil memiliki 1.586 bibit betina. Hulu ini harus bisa menghasilkan sperm yang nantinya dapat dibagikan ke masyarakat dan industri, sehingga dapat menghasilkan sapi lokal Indonesia yang berkualitas tinggi”, tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa penyediaan panganan bagi sapi lokal juga perlu dipersiapkan secara maksimal sehingga dapat menghasilkan kondisi fisik sapi yang berkualitas tinggi.

Perbaikan genetika sapi lokal ini didukung pula oleh pemerintah dengan hadirnya Presiden Joko Widodo di PT. KAR, Bogor, Jawa Barat untuk melihat secara langsung implementasi hasil teknologi perbaikan genetika sapi Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Joko Widodo menegaskan bahwa proses hulu dan pembibitan sapi potong menjadi sebuah program jangka panjang yang dapat menjadi kemandirian bagi Indonesia untuk menghasilkan sapi berkualitas tanpa bergantung dari negara lain.

“Secara keseluruhan, semua yang dilakukan dalam proses riset pengembangan genetika sapi lokal sudah baik dan berada pada jalur yang benar. Namun, alangkah lebih baik jika pengawasan dan manajemen pendampingan dapat diterapkan kepada para petani secara konsisten dan terus menerus”, ujar Jokowi.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir yang mendampingi Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Industri Sapi Unggul Lokal Asli Indonesia pada Selasa (21/6) di PT. KAR, Bogor, Jawa Barat juga menyatakan kunjungan Presiden Jokowi ini dapat menjadi momentum untuk memacu semangat kolaborasi dan sinergi dalam upaya meningkatkan produktivitas masyarakat dan daya saing pasar internasional dalam sektor ekonomi strategis dalam kaitannya dengan industri peternakan di Indonesia. (esc,nb/bkkp)