KUNJUNGAN RISTEKDIKTI KE PERANCIS

Unit kerja sama bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kedutaan Besar Perancis di Indonesia mengundang Direktur Jenderal Penguatan Inovasi RISTEKDIKTI untuk bertemu dengan pelaku kebijakan dan peneliti pada tanggal 5 dan 6 Juli 2017 di Perancis.

Pada tanggal 5 Juli 2017 Direktur Jenderal Penguatan Inovasi mengadakan diskusi dengan Deputy Chef of Mission, KBRI Bapak Agung Kurniadi dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan kedutaan Besar Indonesia di Perancis, Prof. Surya Rosa Putra. Secara garis besar beberapa hal yang menjadi diskusi diantaranya perlunya peranan swasta dalam pengembangan kerja sama bilateral. Disamping itu peran regulasi sangat penting diantaranya berkaitan dengan pengembangan start up.

Kunjungan berikutnya dilaksanakan di CEA (Alternative Energies and Atomic Energy Commission). Hadir dalam kunjungan ini yaitu, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi – Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si, dan Ibu Nurhaedah Razak, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti – Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, Direktur Karier dan Kompetensi Sumber Daya Manusia – Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A, perwakilan Kedutaan Besar Indonesia di Perancis Jane Runkat dan Perwakilan Ristekdikti lainnya : Tien Rahmiatin.

Dalam diskusi dengan Tim CEA dijabarkan beberapa aktivitas pengembangan teknologi dari mulai riset sampai ke industri yang meliputi penelitian, membuat simulasi, mengembangan prototype, mengetes dan menyesuaikan prototype, serta menyampaikan final product dan menjamin pemeliharaan. Beberapa produk yang dikembangkan diantaranya produk-produk kesehatan. Kerjasama ini dapat dikembangkan melalui kolaborasi untuk mahasiswa Ph.D yang berminat dengan riset di bidang kesehatan dan biologi dengan menyampaikan proposal pengembangan riset.

Pada hari berikutnya dilaksanakan kunjungan ke Ministry of Higher Education, Research and Innovation France. Tim Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi diterima oleh Francois Jamet – Department Head Innovation, Technology Transfer and Regional Action, General Directorate of Research and Innovation,  Prof. Nicolas Gascoin, Head of Cooperation for Science and Technology, Kedutaan Perancis di Indonesia dan  Dr. Thanh Truc Vu – Policy Officer for Asia and Oceania Cooperation, Division for Europe and International Affairs.

Dalam diskusi dengan Ministry of Higher Education, Research and Innovation France dijabarkan mengenai kebijakan inovasi Perancis. Riset Partnership dilaksanakan untuk memecahkan permasalahan dan memperkuat kerjasama Public Private. Dilakukan melalui kontrak riset antara laboratorium Public dan suatu perusahaan. Dilakukan pula kolaborasi penelitian. Beberapa lembaga yang menandatangani kontrak kerjasama riset diantaranya meliputi CEA technology, IRT (technological Research Institute) dan ITE serta Training by Research (CIFRE).

Pengembangan competitive cluster dilaksanakan bersama perusahaan kecil dan perusahaan besar, laboratorium penelitian dan lembaga pendidikan, semuanya bekerja sama di suatu daerah spesifik untuk mengembangan sinergi dan upaya kerja sama. Terdapat 71 cluster yang dapat mengumpulkan 7200 perusahaan. Program yang dikembangkan di Perancis diantaranya pelaksanaan program pengembangan Ph.D dalam perusahaan dimana candidate Ph.D dapat melaksanakan pendidikan S3 selama tiga tahun di industri.

 Beberapa kerja sama yang akan dikembangkan diantaranya yaitu pembahasan Implementing Agreement kerja sama Ristekdikti – Perancis dan menginisiasi beberapa program transfer teknologi dan transfer knowledge diantaranya bidang pertanian dan energi. HKLI/DJPI

juppe1 juppe2 juppe3 juppe4