Permasalahan sampah dan buruknya sanitasi lingkungan di Kabupaten Bogor merupakan permasalahan yang kompleks dan menyentuh semua aspek kehidupan. Perlu adanya penanganan yang dilakukan secara komprehensif melalui gerakan partisipatif dan kerjasama dari setiap elemen masyarakat khususnya peran generasi muda.

Untuk itu, sejumlah mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berupaya menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan pada generasi muda di Kabupaten Bogor. Ilham Maulidin, Winda Komala, Amar Muammar Qadafi, Rahmadini Payla J (Fakultas Teknologi Pertanian) dan Mahtuf Ikhsan (Fakultas Kehutanan) mengembangkan Coboy (Eco Board Play), yakni permainan kreatif yang mengajarkan anak-anak untuk peduli lingkungan.

Ilham mengatakan, PKM yang mereka usung berjudul “Coboy (Eco Board Play): Edukasi Kreatif Peduli Lingkungan dengan Metode Kasmaran bagi Anak-Anak di Kampung Bojong, Desa Pamagersari, Bogor, Jawa Barat”.  “Kami menciptakan sebuah media permainan edukatif dan menyenangkan. Kami memodifikasi permainan monopoli yang berwawasan kecintaan terhadap lingkungan bagi anak-anak,” ujar Ilham.

Menurutnya, anak-anak di Kampung Bojong cenderung bersikap apatis terhadap keadaan lingkungan sekitar. Sejak lahir mereka sudah terbiasa hidup di lingkungan yang kumuh. Sikap kurang peka dan acuh tak acuh terhadap kondisi lingkungan sekitar telah tertanam pada diri masyarakat sekitar. Kondisi ini diperparah dengan adanya perilaku masyarakat sekitar yang membuang sampah sembarangan dan rendahnya pendidikan orangtua menimbulkan contoh moral yang tidak baik bagi anak-anak di Kampung Bojong.

Pada pertengahan April 2017, Tim Coboy mendapatkan Honorable Invitation dari Asia-Pacific Resources International Limited (APRIL) untuk melakukan simulasi permainan Coboy (Eco Board Play) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. APRIL diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan  Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bekerjasama dengan PT. Wahyu Promo Citra.

Stakeholder yang hadir adalah perwakilan negara sahabat, pejabat pemerintah kementerian dan badan terkait, pengusaha sektor kehutanan, perkebunan, peternakan, pertanian, pengusaha furniture dan rotan, profesional dan eksekutif perusahaan, akademisi, aktivis pecinta lingkungan dan masyarakat umum. Kelima mahasiswa IPB tersebut memperkenalkan Coboy IPB, edukasi kreatif yang sarat terhadap pengetahuan lingkungan didampingi oleh Forestry Ambassador Indonesia 2017 dan Climate Ambassador Indonesia 2017.

 “Permainan Coboy sangat menarik dan edukatif. Memberikan wawasan lebih tentang bagaimana menjaga lingkungan dan cara pengolahan sampah melalui aplikasi 3R kepada anak-anak. Ini adalah salah satu inovasi permainan yang sangat mudah diterima di lingkungan masyarakat secara luas. Informasi pengetahuan lingkungan didapatkan dengan muatan sederhana namun mengena, besar harapannya permainan Coboy IPB bisa berkembang dan lebih bermasyarakat,” ujar salah satu pengunjung stand Coboy IPB. (zul)