Jakarta – “Semoga para wisudawan mendapatkan ilmu bermanfaat yang memberikan keberkahan, baik bagi keluarga maupun nusa dan bangsa,” ucap Menristekdikti Mohamad Nasir  sebagai pembuka orasi ilmiah di acara Wisuda Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang berada di kawasan Ciputat, Minggu (22/5).

Menurut Nasir, pendidikan di perguruan tinggi menjadi semakin penting karena menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi, tempat menggali ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kemanusian yang berperan penting bagi kemajuan suatu bangsa, termasuk secara inheren berkontribusi kepada berkembangnya masyarakat madani.

Dalam mencapai daya saing bangsa, dua unsur utama yang perlu kita pegang adalah tenaga kerja yang terampil dan inovasi.

Saat ini harus kita akui bahwa kualitas dan produktivitas penelitian di Indonesia masih lemah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. “Tidak ada inovasi yang dihasilkan tanpa suatu proses penelitian, karena itu kita perlu memberi perhatian lebih pada pendidikan yang berbasis riset,” ujar Nasir. Proses pendidikan harus diikuti dengan proses invensi, sebuah proses pembelajaran yang produktif, berorientasi pada knowledge creation, dan inovatif.

Nasir pun menjelaskan jika kita memiliki tenaga kerja terampil yang memiliki kualifikasi baik, maka mereka akan mampu membawa kita bersaing di kelas dunia. Di era kompetisi ini kita harus terus melakukan improvement. Menteri Nasir berharap agar para wisudawan setelah ini tidak berhenti berkarya dan meningkatkan mutu pada masing-masing individu.

Kita ketahui bahwa secara empirik data dari seluruh dunia menunjukkan bahwa jumlah peneliti berkorelasi positif dengan kesejahteraan suatu bangsa. Sebab itu Nasir berharap semoga perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mampu berkontribusi besar menghasilkan inovasi-inovasi baru di berbagai disiplin ilmu oleh para civitas akademika dan lulusannya. Yang antara lain akan tercermin dari lulusan-lulusannya yang tidak saja akan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan tingkat pendidikannya, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan berinovasi di tingkat global melalui karya-karyanya.

“Dengan ilmu yang dimiliki wisudawan dan suatu riset yang telah dikembangkan, tidak cukup berhenti pada kepustakaan saja. Hilirisasi dan komersialisasi hasil-hasil riset tersebut ke masyarakat dan dunia usaha perlu dilakukan,” terang Nasir.

“Raihlah prestasi  yang lebih gemilang dimasa mendatang dengan terus bekerja keras. Wisuda ini bukanlah akhir dari perjuangan, terus tingkatkan kualitas diri menghadapi dunia yang selalu berubah ini”, tutup Nasir. (FLH/bkkp)

Galeri