JAKARTA – Usai dilantik Kamis siang (22/9), para Dewan Eksekutif dan Majelis Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengikuti pertemuan pertama dalam rangka koordinasi awal mengenai peningkatan kualitas pelayanan di bidang Pendidikan Tinggi.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ainun Na’im.

Dalam sambutannya, Ainun menjelaskan bahwa sesuai dengan UU Dikti No. 12 Tahun 2012 dan segenap turunan peraturannya, struktur BAN-PT saat ini terbagi menjadi dua lembaga, yaitu Majelis yang bertugas untuk menetapkan kebijakan dan melakukan pengawasan, serta Dewan Eksekutif yang secara operasional melakukan proses akreditasi.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengisi acara pertama dengan menyampaikan arahan bahwa untuk menghadapi era kompetisi dan digitalisasi ini, Indonesia perlu memperbaiki sistem Pendidikan Tinggi, khususnya dalam menata institusi melalui penjaminan mutu Pendidikan Tinggi.

“Dengan koordinasi yang baik antara Majelis dan Dewan Eksekutif serta dengan Kementerian, diharapkan kualitas Pendidikan Tinggi di Indonesia ke depannya akan semakin meningkat,” lanjut Nasir.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad, turut memberikan paparan singkat kepada para anggota Majelis dan Dewan Eksekutif BAN-PT yang baru saja dikukuhkan, dirinya memaparkan bahwa sangat penting untuk bersama-sama membangun budaya mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia.

“Untuk membangun budaya mutu Pendidikan Tinggi tersebut, kita perlu bekerja sama dalam meningkatkan kualitas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Dengan kerja sama yang baik diharapkan nantinya kualitas Pendidikan Tinggi di Indonesia juga akan meningkat,” lanjut Intan. (DRT)