Cilacap – Hasil pertanian adalah salah satu kebutuhan utama masyarakat Indonesia. Kebutuhan akan beras dari hari per hari semakin meningkat, sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk Indonesia yang bertambah banyak. Salah satu program Nawacita Pemerintah pun memberikan porsi lebih dimana bidang pertanian menjadi bidang yang diprioritaskan. Oleh karenanya, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bersama dengan Universitas Jenderal Soedirman, Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Cilacap melakukan panen perdana penanaman padi lahan sub optimal hasil dari pilot project pengembangan pertanian terpadu Unsoed dengan Pemkab Cilacap di desa Gandrungmanis, Kabupaten Cilacap, selasa (22/3).

Pengembangan pertanaman padi di lahan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani di lahan tadah hujan, lahan kering, lahan rawa, dan lahan pasang surut. Lahan sub optimal umumnya memiliki kendala yang berat hingga sedang, baik fisik lahan, tIanr maupun hama penyakit. Oleh karena itu, pengembangan lahan yang labil tersebut perlu memperhatikan konservasi tanah dan air untuk menjaga kelestarian sistem produksi.

Anis Surrosad Dekan Fakultas Pertanian Unsoed menjelaskan bahwa bangsa yang dapat berdiri dengan kakinya sendiri merupakan bangsa yang besar. Bangsa yang besar salah satunya dapat dilihat dari kedaulatan pangan. Peran perguruan tinggi sebagai bagian dari bangsa yang besar haruslah ikut bertanggung jawab untuk kedaulatan pangan ini. Anis juga mengungkapkan bahwa di bidang pertanian Unsoed sudah banyak melahirkan inovator-inovator unggul yang telah menerima beberapa penghargaan, terutama dari Presiden RI, antara lain adalah bibit padi gogo aromatik. “Semoga dengan panen padi kali ini semakin memantik peneliti unggulan lain untuk bekerja keras memberikan inovasi barunya bagi bidang pertanian dan pangan,” tuturnya.

Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemristekdikti, Ocky Rajasa mengatakan, “bentuk-bentuk hasil pertanian ini sejalan dengan program Kemristekdikti. Kami selalu mendorong para peneliti agar terus berani menghasilkan hasil-hasil penelitian dan menyebarluaskan secara lebih luas lagi. Apalagi bidang pertanian dan pangan adalah salah satu prioritas Negara. Mudah-mudahan apa yang dirintis ini dapat dipertahankan. Harapannya adalah kalau nanti padi gogo aromatik ini terus dikembangkan, akan menjadi salah satu varietas unggul untuk mencapai kedaulatan pangan,”.

Sementara itu Bupati Cilacap Tato Suwarto Pamuji mengatakan, “banyak sekali daerah di Indonesia ingin swasembada beras. Cilacap merupakan salah satu yang juga berhasil melakukan swasembada beras meskipun secara nasional rankingnya belum yang terbaik. Sekali lagi saya ingin mengajak semua elemen untuk membangun desa, diantaranya adalah menerapkan teknologi kepada para petani. Dengan panen padi ini, saya berharap selain memberikan keuntungan untuk petani tetapi juga dapat mensejahterakan masyarakat Cilacap secara luas,”.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penanaman secara simbolis, padi gogo aromatik untuk masa panen selanjutnya. (dzi/bkkp)