Washington DC 4 April 2017. Indonesia adalah negara besar, namun banyak warga AS tidak mengenal Indonesia. Salah satu alasannya di sekolah pelajaran geografi dan sejarah negeri lain jarang diajarkan. Oleh karena itu, KBRI secara aktif mengenalkan Indonesia, dengan tujuan ibarat pepatah tak kenal maka tak sayang. Bekerjasama dengan House of Angklung (HoA), antara lain mengembangkan program Angklung Goes to School. Program yang dimulai sejak tahun 2011 memberikan siswa kesempatan bermain angklung dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Sejak program ini dilaksanakan pada tahun 2011, lebih dari 3.000 siswa dari 50 sekolah di DC, Maryland, Virginia, Philadelphia, Wisconson telah memainkan instrumen ini. Program ini telah masuk kedalam kurikulum sekolah di Montgomery County Public Schools (MCPS), salah satu county dengan sistem pendidikan terbaik di Amerika.

Metode yang dipergunakan untuk mengajar angklung adalah dengan kode tangan atau dikenal dengan sebutan Curwen hand sign. Setiap gerakan tangan tertentu mewakili nada tertentu. Misalnya, jari tergenggam melambangkan do, telapak tangan miring ke atas re, telapak tangan lurus horizontal mi, dan seterusnya. Selain itu, untuk mengenalkan Indonesia angklung, angklung dinamai dengan nama-nama pulau di Indonesia: Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua.

Selain program angklung KBRI Washington DC juga bekerjasama dengan Yayasan Rumah Indonesia mengadakan program batik ke sekolah, dimana siswa dapat praktik membatik di kain, wayang kayu, atau topeng. Kegiatan ini kini telah juga meluas ke negara bagian di Virginia dan Maryland, selain tentu di sekolah-sekolah di Washington DC. Ismunandar, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Washington DC, menekankan pengenalan di usia yang sangat dini ini, pada sekolah-sekolah dasar dan menengah diharapkan akan membekas dan berdampak jangka panjang. Sehingga ke depan diharapkan semakin banyak warga AS yang mengenal dan bersahabat dengan Indonesia. (Atd)

budaya-indonesia