SIARAN PERS

Jakarta, 7 Desember 2016

Dalam memperkuat keunggulan Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah mengembangkan upaya peningkatan kualitas kelembagaan Iptek dan Dikti melalui Program  Pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI).

Amanat dari Perpres No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2015-2019) yang menyatakan bahwa peranan Iptek diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.

Oleh karena itu, Pengembangan PUI ini ditujukan untuk penguatan kapasitas dan kapabilitas lembaga litbang yang diarahkan dalam menjawab tantangan ke depan yaitu (1) meningkatkan dukungan nyata iptek terhadap peningkatan daya saing sektor-sektor produksi barang dan jasa, (2) meningkatkan dukungan iptek untuk keberlanjutan dan pemanfaatan sumberdaya alam baik hayati maupun nir-hayati, dan (3) meningkatkan dukungan iptek untuk penyiapan masyarakat Indonesia menyongsong kehidupan global yang maju dan modern.

Lebih lanjut, Program PUI ini terus dikembangkan untuk mendorong lembaga litbang mampu menghasilkan produk iptek yang berbasis demand/market driven dalam rangka mendukung peningkatan daya saing sesuai potensi ekonomi daerah.

Saat ini telah ada 45 lembaga litbang unggul dan 19 diantaranya telah berstatus dan ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI). Bidang yang menjadi fokus unggulan dari PUI tersebut antara lain mencakup 1. Pangan; 2. Energi; 3. Teknologi dan Manajemen Transportasi; 4. Teknologi Infomasi dan Komunikasi; 5. Teknologi Pertahanan dan Keamanan; 6. Teknologi Kesehatan dan Obat; dan 7. Material Maju.

Selain itu diharapkan pula mendukung program kemaritiman, sosial budaya humaniora dan dukungan aspek kebijakan.

Pada kesempatan Public Expose 3 PUI 2016 kali ini, disampaikan produk unggulan inovatif dari (1) Klaster PUI Bidang Energi : PUI PT Surfaktan dan Bioenergi pada Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) IPB  dan PUI Bahan Bakar Dimethyl Ether (DME)– Puslitbang Teknologi Minyak dan Gas Bumi – Kementerian ESDM, merupakan alternatif energi yang sangat potensial sebagai pengganti minyak. Baru dibantu selama satu tahun dan akan diteruskan agar pengembangannya optimal.

2) Klaster PUI Bidang Material Maju : PUI Komposit Polimer pada Balai Teknologi Polimer – BPPT,

(3) Klaster PUI Bidang Kesehatan dan Obat : PUI Radiobiomolekul – Pusat Teknologi Radioaktif dan Radiofarmaka – BATAN dan PUI PT Satwa Primata pada Pusat Studi Satwa Primata – IPB, (4) Klaster PUI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi : PUI Komputasi Awan dan Data Center Pemerintah –  Balai Jaringan Informasi dan Komunikasi – BPPT.

PUI PT Surfaktan dan Bioenergi- IPB telah mengembangkan riset surfaktan minyak sawit untuk aplikasi Enhanced Oil Recovery (EOR) dalam mendorong peningkatan produksi minyak bumi. Teknologi proses hasil inovasi   telah dikembangkan sejak tahun 2003 hingga sekarang, telah diajukan patennya dan telah diuji skala field trial di industri perminyakan. Dipilihnya surfaktan dari minyak sawit untuk aplikasi EOR berdasarkan pada pertimbangan bahwa produk minyak sawit di Indonesia berlimpah dan perlu ditingkatkan nilai tambahnya.

“Konsumsi pemakaian bahan bakar minyak di Indonesia sendiri mencapai 1.800 barel per hari, ada defisit minyak bumi sekitar 800 barel per hari yang pemenuhannya masih import. Rendahnya kemampuan produksi minyak bumi di Indonesia karena lapangannya sendiri sudah tua, lalu bagaimana upaya pemerintah memproduksi kembali ketika lapangannya sudah tua? Salah satunya melalui EOR ini. Metodenya injeksi chemical berbasis anionik dari minyak sawit. Ini sudah diimplementasikan di lapangan milik Pertamina di daerah Kalimantan Selatan,” jelas Agatha Maria, peneliti Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) IPB.

PUI Bahan Bakar Dimethyl Ether – ESDM mengembangkan keunggulannya dalam riset Dimethyl Ether (DME) yang merupakan salah satu produk bahan bakar yang dapat diproduksi dari hasil gasifikasi batubara dan biomassa. DME ini memiliki karakteristik yang mirip dengan LPG, di samping DME memiliki angka setara yang lebih tinggi dengan minyak diesel. Dengan karakteristik ini diharapkan DME dapat menjadi solusi alternatif dalam mengatasi permasalahan kebutuhan bahan bakar dalam negeri.

PUI Komposit Polimer- BPPT berhasil mengembangkan teknologi komposit polimer yang berbentuk produk Panel komposit untuk dinding rumah komposit dan Genteng komposit sebagai atap rumah komposit.

Di samping itu juga PUI Komposit Polimer memberikan layanan : 1. Jasa Penelitian, penelitian material komposit polimer, seperti material komposit untuk konstruksi bangunan, material komposit konstruksi alat transportasi, material komposit untuk pengemas, 2. Jasa Konsultasi, teknologi Komposit polimer seperti cost reduction produksi polimer, jasa solusi failure analysis produk komposit, 3. Jasa Pelatihan teknologi polimer dan komposit polimer, 4. Jasa Pengujian / karakterisasi material polimer dan komposit polimer

PUI Radiobiomolekul – BATAN telah menghasilkan produk kesehatan berupa Radiofarmaka 153Sm-EDTMP dan Kit radiofarmaka methylene diphosphonate (MDP). Radiofarmaka 153Sm-EDTMP dapat digunakan untuk meringankan rasa nyeri yang diderita oleh penderita kanker yang telah menyebar ke tulang.

Pada penderita kanker dengan stadium lanjut, sel kanker akan menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lain dan dalam banyak kasus tulang merupakan salah satu tempat terjadinya penyebaran kanker. Sementara itu, Kit radiofarmaka methylene diphosphonate (MDP) merupakan sediaan kering steril dan bebas pirogen yang diperoleh melalui proses kering beku (freezed-drying).

Sediaan radiofarmaka ini digunakan pada skeletal scintigraphy (bone-scan) untuk pemeriksaan adanya sebaran kanker di dalam tulang. Diagnosis ini sangat diperlukan dalam penentuan stadium penyakit kanker seorang penderita.

“Produk litbang kami harus didukung dan dikontrol secara ketat oleh Badan POM. Karena yang dikembangkan adalah produk larutan injeksi. Harus lolos dulu di uji pre klinis terhadap hewan. Setelah itu lolos uji klinis kepada manusia. Kalau sekarang sampai pada tahap hilirisasi itu adalah hasil dari proses yang panjang,” ujar Siti Darwati, Kepala Pusat Radiobiomolekul BATAN.

Siti kemudian menyebutkan dibandingkan dengan pereda rasa nyeri lain seperti morfin yang mengakibatkan kecanduan, produknya bisa bertahan lebih lama dari morfin. Produk pereda nyeri tersebut sudah digunakan di beberapa rumah sakit.

PUI PT Satwa Primata – IPB melakukan riset unggulannya dalam bidang satwa primata berupa dukungan penyediaan hewan coba untuk kepentingan kesehatan.

Hewan coba yang berhasil dikembangkan antara lain Monyet Ekor Panjang (macaca fascicularis/long-tailed macaques) dan Beruk (macaca nemestrina/pig-tailed macaques) yang dipergunakan untuk (a) Model Primata untuk Obesitas dam Atherosclerosis, (b) Model Primata untuk Diabetes dan Osteoporosis, (c) Model Primata untuk Patogenesa Virus Dengue, (d) Model Primata untuk HIV dan AIDS (serta penyakit yang berhubungan), (e) Model Primata untuk Studi Alzheimer, (f) Model Primata untuk Papilloma Virus.

Adapun produk lainnya yang dihasilkan PUI Satwa Primata adalah Pfu DNA Polymerase PCR Master Mix Kit, yang merupakan salah satu enzim yang digunakan secara luas di laboratorium bioteknologi untuk melakukan amplifikasi DNA pada teknik PCR.   Enzim DNA Pol berperan sebagai enzim yang dapat melakukan perpanjangan untai DNA sesuai dengan cetakannya yaitu DNA atau cDNA.

Enzim tersebut secara komersial sudah tersedia di pasaran yang disuplai dari perusahaan-perusahaan bioteknologi di luar negeri. Dihasilkannya enzim diharapkan akan dapat diaplikasikan dalam penelitian-penelitian bidang biologi molekuler terutama dalam teknik PCR/RT-PCR di kalangan akademisi atau di laboratorium-laboratorium penelitian baik instansi pemerintah maupun swasta.

Ketergantungan terhadap enzim ini yang berasal dari produk impor diharapkan akan berkurang sehingga dapat meningkatkan kemandirian dan kemajuan bioteknologi di Indonesia.

PUI Komputasi Awan dan Data Center Pemerintah – BPPT, memiliki pelayanan diantaranya Layanan Cloud Computing untuk instansi pemerintah, yang memiliki kelebihan berupa server yang berada di dalam negeri sehingga memudahkan untuk interoperability, aplikasi yang dapat dikustomisasi, dan memiliki tingkat kerahasiaan data yang baik.

iOTENTIK Government Certification Authority (GovCA), merupakan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik yang berfungsi sebagai pihak ketiga terpecaya yang berwenang menerbitkan, memvalidasi dan mengelola sertifikat digital yang diperuntukkan bagi sistem elektronik di lingkungan pemerintah.

iOTENTIK merupakan pelayanan publik yang cepat, mudah dan terpercaya dalam hal penerbitan sertifikat digital. Selain dua pelayanan tersebut, lembaga PUI ini merupakan pemegang dari Layanan Data Center Pemerintah. Dengan penggunaan Data Center Pemerintah ini secara bersama, akan mempermudah terjadinya interoperabilitas data pemerintah yang diperlukan.

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo mengatakan disamping ditujukan sebagai pertanggungjawaban kepada publik, rangkaian produk PUI di atas merupakan upaya lembaga litbang untuk menunjukkan kinerja terbaiknya dalam menguatkan Indonesia unggul dan inovatif.