Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengapresiasi hasil karya anak bangsa berupa kapal paralon pertama di Indonesia, yang di produksi oleh perusahaan Galangan kapal, PT Barokah Marine, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Nasir menjelaskan, kapal paralon merupakan inovasi baru dan baru satu-satunya di produksi di Indonesia. Dalam pengerjaannya juga sangat singkat, hanya membutuhkan dua bulan dari biasanya produksi kapal kayu yang mencapai tujuh bulan.

“Selain waktu pengerjaan yang singkat, kapal paralon ini juga lebih efisien dan hemat biaya, karena 80 persen merupakan konten lokal,” katanya saat meresmikan pemberian nama kapal paralon di Kota Pekalongan, Sabtu (19/3).

Rombongan Menristekdikti, menyambangi galangan kapal milik PT Barokah Marine dengan ditemani Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Agung Wibowo, Rektor Universitas Pekalongan Suryani, Walikota Pekalongan Alf Arslan Junaid, Bupati Pekalongan Amat Antono, dan Ketua DPRD Kota Pekalongan Balqis Diab.

Nasir menantang Dekan Fakultas Teknik Undip untuk melakukan riset mesin, agar kapal paralon dapat 100 persen menggunakan konten lokal.

“Saya minta kepada Dekan Fakultas Teknik Undip untuk berinovasi dan melakukan riset mesin perkapalan, agar ke depan kita tidak lagi menggunakan mesin produk luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT Barokah Marine Agus Triharsito menjelaskan Kapal paralon miliknya ini memiliki ukuran panjang 18 meter, panjang 4,2 meter ini menggunakan paralon sepanjang 300 meter lebih, menghabiskan dana sekitar Rp1 miliar, dengan waktu pengerjaan selama dua bulan.

“Jarak jangkaunnya bisa sampai 5 mil dengan waktu beroperasi maksimal selama 1 minggu. Untuk sertifikasi laik jalannya masih menunggu proses penyelesaian dari sah bandar, dan april mendatang akan mulai di operasikan,” kata Agus. (dwi/bkkp)