Jakarta – “Riset dan inovasi harus bisa mendorong ekonomi, kemakmuran, dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” ucap Menristekdikti Mohammad Nasir kala menyampaikan paparannya dalam acara Media Gathering Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada Rabu (29/06) di Gedung D Kemristekdikti Senayan, Jakarta. Selain dihadiri oleh Pejabat Tinggi Kemristekdikti beserta jajarannya, Media Gathering ini juga diikuti oleh para jurnalis, baik cetak, elektronik, maupun online.

Menristekdikti membuka acara tersebut dengan memberikan paparan mengenai capaian kinerja Kemristekdikti Semester I tahun 2016. Dalam laporannya, Menristekdikti menjelaskan beberapa prestasi yang berhasil dicapai Kemristekdikti, salah satunya adalah di bidang perkembangan teknologi inovasi dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang ke-21 yang akan diselenggarakan di Solo, 10 Agustus 2016.

“Dengan menekankan era digitalisasi, diharapkan inovasi-inovasi yang dilakukan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk produktif dalam beraktivitas, khususnya di bidang teknologi,” ucap Menristekdikti. Ia menambahkan bahwa inovasi teknologi yang berhasil dilakukan berada pada sektor pangan dan pertanian, kesehatan dan obat, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, pertahanan dan keamanan. Di sektor transportasi, motor listrik berhasil diciptakan dimana pengerjaannya dilakukan oleh Garasindo yang bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Motor listrik yang diberi nama GESITS (Garasindo Elektrik Skuter ITS) ini akan diproduksi dan dipasarkan di dalam negeri.

Tak hanya itu, lanjut Menristekdikti, dengan menggandeng kerjasama antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dan beberapa negara antara lain Australia, Vietnam, dan Brazil, Kemristekdikti juga mendukung sebuah inovasi eliminate dengue program dengan menggunakan nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia. Pada Januari 2014, Eliminate Dengue Indonesia telah melepas nyamuk ber-Wolbachia di beberapa komunitas di Yogyakarta, kota padat penduduk yang merupakan daerah endemis demam berdarah. Tujuan pelepasan ini adalah untuk mengembangbiakkan Wolbachia di antara populasi nyamuk lokal sehingga memiliki kemampuan untuk mengurangi penularan demam berdarah pada manusia. Penemuan ini telah berhasil di uji coba di kota Yogyakarta dan akan disebarkan keseluruh dunia.

Dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional, Kemristekdikti melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penguatan Inovasi juga meluncurkan varietas padi IPB 3S yang mampu menghasilkan komoditas mencapai 7-10 ton gabah per ha.

Menristekdikti juga menyampaikan bahwa Kemristekdikti selalu berkomitmen untuk menerapkan transparansi dan fairness untuk mendukung dan mendorong penyelesaian pembangunan infrastruktur pendidikan tinggi, serta selalu responsif dalam memfasilitasi dan memproses pengaduan masyarakat kepada institusinya.

Untuk memaksimalkan era digitalisasi berbasis inovasi ini, diperlukan konsistensi dan peran serta masyarakat untuk mendukung, mengendalikan, dan mengembangkan teknologi inovasi yang diciptakan agar dapat digunakan secara optimal demi kemajuan, kemakmuran, dan kesejahteraan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berdaya saing tinggi. (bkkp)

Galeri