Duta Besar Republik Indonesia untuk Perancis, Hotmangaradja Pandjaitan, melakukan kunjungan terhadap Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir, di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta (17/6).

Dalam pertemuan tersebut Dubes Hotmangaradja menyampaikan apresiasinya atas kesuksesan acara The 8th Joint Working Group (JWG-8) for Indonesian-French on Higher Education and Research yang berlangsung pada tanggal 5-7 April 2016 di La Rochelle, Perancis. Berbagai institusi pendidikan tinggi dan riset dari kedua Negara turut berpartisipasi dalam JWG-8 tersebut untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang pendidikan tinggi dan riset. Nasir menekankan bahwa untuk meningkatkan kerja sama dengan Perancis yang mendukung ketahanan energi nasional, seperti kerja sama dalam bidang energi baru dan terbarukan. Sekitar 70% kebutuhan listrik Perancis dipasok oleh tenaga nuklir[1], hal ini menunjukkan bahwa energi nuklir aman untuk masyarakat dan layak untuk dijadikan sebagai acuan teknologi yang ramah lingkungan. Selain itu, kerja sama dalam bidang Defence Technology, diantaranya adalah mengembangkan kerja sama kapal selam dengan berbasis energi baru terbarukan. Hotmangaradja menyampaikan bahwa saat ini ada kerja sama antara Perancis dengan BPPT, PT. PAL dan ITS untuk pengembangan kapal selam dalam kerangka kerja sama Pertahanan.

Pada kesempatan ini, juga dimanfaatkan Dubes Hotmangaradja untuk menjajaki kemungkinan pembangunan boarding facilities untuk mahasiswa Indonesia di Perancis. Saat ini, sudah ada sekitar 40 negara yang mendirikan boarding facilities. Selain menjadi ‘rumah’ mahasiswa Indonesia, boarding facilities akan dijadikan sebagai ‘rumah’ budaya Indonesia yang sekaligus menjadi ajang mempromosikan budaya Indonesia ke masyarakat Perancis. Menristekdikti menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan boarding facilities pada lahan yang ditawarkan Perancis. Nasir menyarankan agar Hotmangaradja dapat berkoordinasi juga dengan Kemenkeu dan Kemenlu terkait pembangunan boarding facilities di lahan Perancis tersebut. Selain itu, Dubes Hotmangaradja juga dapat melakukan konsorsium atau bekerja sama dengan perusahaan swasta terkait pembangunan boarding facilities itu. Nasir mengatakan bahwa Kemristekdikti bersedia untuk mengelola boarding facilities itu nantinya.

Pada pertemuan kali ini, Menristekdikti didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Ainun Na’im, dan Nada Marsudi, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik. (wsn,anp/bkkp)

Galeri