Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir melakukan kunjungan kerja ke Swedia. Dalam kunjungan itu Menteri Nasir didampingi beberapa Direktur Jenderal di lingkungan Kemenristekdikti antara lain Dirjen Kelembagan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi dan Staf Khusus Lukmanul Khakim. Dalam kunjungan ke Swedia itu Nasir bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Riset Swedia, Helene Hellmark Knutsson untuk menandatangani “Surat Pernyataan Kehendak Terkait Kerja Sama Pendidikan Tinggi, Riset dan Inovasi”.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk mempererat sekaligus meningkatkan hubungan kedua negara dibidang pendidikan tinggi, riset dan inovasi. Adapun ruang lingkup kerja sama antara lain meliputi peningkatan kerja sama dan pertukaran informasi dan pengalaman dalam bidang riset saintifik, mendorong dan memfasilitasi entitas/institusi di Indonesia dan Swedia yang berminat melakukan kerja sama di bidang riset, pendidikan  dan inovasi, serta meningkatkan program pertukaran ilmuwan/peneliti, tenaga ahli, dosen dan mahasiswa. Nasir mengatakan, “kerja sama dengan Swedia merupakan salah satu kerja sama antar Negara yang konstruktif, terutama di bidang riset dan pendidikan tinggi yang saat ini masih sangat perlu ditingkatkan. Hal ini merupakan loncatan yang baik bagi peran riset dan inovasi di Indonesia sekaligus mempererat dan memperluas akses Pendidikan Tinggi di Indonesia.”

Swedia saat ini merupakan Negara yang berada pada posisi ke-3 dalam Indeks Inovasi berdasarkan Global Inovation Index (GII). Saat ini sekitar 150 pelajar Indonesia belajar di Swedia baik di Perguruan Tinggi Swasta maupun Negeri. Mereka adalah penerima beasiswa LPDP, setidaknya ada 6 Perguruan Tinggi yang sudah bekerjasama dengan LPDP. Hal ini juga sebagai kunjungan balasan kembali dimana pada beberapa tahun lalu ada delegasi pimpinan Perguruan Tinggi dari Swedia yang mengunjungi Indonesia untuk kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset dan inovasi.

Saat ini banyak ilmuwan yang sudah melakukan kerja sama dibidang kesehatan masyarakat, energi terbaharukan, pengelolaan limbah dan teknik. Pada tahun 2016 ini, Kemenristekdikti ingin meningkatkan kerjasama dengan mendatangkan beberapa peneliti Swedia ke Indonesia untuk penelitian serta mengimplementasikan proyek kerja sama strategis lainnya seperti Science Technology Park (STP) dan Center of Excellence (CoE) demi peningkatkan kerjasama untuk kedua Negara.

Kemudian dalam lawatannya selama beberapa hari di Swedia, beberapa tempat yang dikunjungi Nasir diantaranya Karolinska Istitutet, KTH Royal Institute of Technology, Lund University dan Ideon Science Park Swedia, serta bertemu dengan pelajar Indonesia. Hal ini dilakukan seiring bertambahnya pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Swedia untuk pendidikan dan penelitian. (nms/dzi/BKKP)

Galeri