Jambi- Terkait kasus jual beli ijazah di beberapa perguruan tinggi, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) mengatakan bahwa hal tersebut akan menjatuhkan marwah bangsa Indonesia dalam mengembangkan pendidikan. “Akan menjatuhkan national competitive kita atau daya saing bangsa kita akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab” kata Nasir. Hal tersebut disampaikannya saat mengawali kunjungan kerjanya ke Jambi dengan memberi sambutan pada Dies Natalis ke-52 dan wisuda ke-68 Universitas Jambi, Jumat (22/5). Untuk itu, pihaknya menghimbau Gubernur Jambi untuk mengontrol terjadinya transaksi jual-beli ijazah di perguruan tinggi di Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, Menristekdikti juga menawarkan program beasiswa yang disediakan Kemristekdikti untuk dapat dimanfaatkan oleh wisudawan/wisudawati Universitas Jambi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ini demi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang lebih baik. Pasalnya, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia masih berada di angka 30%. Idealnya, untuk menuju negara industri APK harus mencapai 60%. Menristekdikti bertekad akan mendongkrak peningkatan APK  dari tahun ke tahun di era pemerintahan Jokowi ini.

Usai menghadiri wisuda Universitas Jambi, Menristekdikti meninjau SMKN Pembangunan Pertanian di Jembatan Emas, Kabupaten Batanghari yang menjadi cikal bakal berdirinya Politeknik Negeri Jambi. Pihaknya mengatakan SMKN tersebut sangat potensial untuk dijadikan politeknik di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. “Siapkan infrastruktur dan tenaga pengajar, jangan nanti menumpang di SMK, pagi SMK sore digunakan untuk politeknik itu melanggar peraturan, jadi harus siapkan dulu gedungnya, nanti akan kita lihat dan kawal bersama” ucap Nasir.

Kunjungan Menteri ke Jambi diakhiri dengan melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke Akademi Kebidanan Bunda Mulia. Temuan di lapangan jumlah dosen S2 tidak memenuhi syarat aturan dasar perguruan tinggi yakni minimal 6 dosen. Dari 24 dosen baru 3 dosen yang bergelar S2. Untuk itu, Menristekdikti mendorong agar kualitas dosen ditingkatkan. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut adalah rektor Universitas Jambi, Aulia Tasman, Sekda Jambi serta Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti, Supriadi Rustad.