Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir didampingi Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad dan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Usman Rianse melepas 421 orang mahasiswa dari 18 perguruan tinggi di Indonesia peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan tahun 2015 di Kampus UHO Kendari (24/8) pagi. Tema KKN Kebangsaan 2015 adalah kemaritiman yang akan berlangsung selama satu bulan hingga tanggal 22 September 2015 dengan lokasi kegiatan di desa-desa pesisir dan kepulauan di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan tersebut, Menristekdikti berpesan agar para mahasiswa yang melaksanakan KKN dapat mengabdikan ilmunya untuk membantu masyarakat pedesaan, khususnya masyarakat nelayan di Kabupaten Muna Barat. “Dengan latar belakang ilmu yang beragam, kalian harus dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bukan menjadi pembuat masalah”, pesan Menristekdikti.  Selanjutnya, Menristekdikti mengungkapkan bahwa KKN Kebangsaan selain sebagai bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat juga dimaksudkan untuk memupuk rasa persatuan dan cinta tanah air serta membangun wawasan kebangsaan di kalangan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa.

Pelepasan KKN Kebangsaan tersebut, selain dihadiri para pimpinan dan dosen UHO, juga dihadiri Komandan Korem 143 Haluoleo,  Kolonel Rido Hermawan, perwakilan Polda Sulawesi Tenggara dan Pemprov Sulawesi Tenggara.

Pada malam sebelum acara pelepasan KKN Kebangsaan, Menristekdikti didampingi Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan menghadiri Malam Ramah Tamah Dies Natalis ke-34 Universitas Halu Oleo, KKN Kebangsaan dan Syukuran atas Akreditasi Institusi Universitas Halu Oleo yang baru saja mendapat akreditasi B. Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti mengucapkan selamat atas capaian yang telah diraih dan meminta segenap civitas akademika UHO untuk terus meningkatkan prestasi, serta mau belajar kepada perguruan tinggi lainya yang akreditasinya lebih tinggi. Menteri berpesan perlunya dilakukan analisa tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang ada pada universitas untuk merumuskan strategi yang tepat dalam pengembangan UHO ke depan. “Saya yakin dengan strategi yang tepat dan upaya kerja keras, Universitas Halu Oleo bisa mendapatkan akreditasi A pada tahun 2020”  ujarnya  di depan rektor, para wakil rektor, para dekan, dosen dan mahasiswa Universitas Halu Oleo.