Surabaya – Ujian keterampilan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) adalah ujian khusus bagi peserta yang mendaftar ke program studi Ilmu Seni dan Keolahragaan. Ujian keterampilan dilaksanakan setelah ujian tertulis SBMPTN.

Kemampuan atau keterampilan dalam bidang Ilmu Seni dan Keolahragaan tidak dapat diukur hanya dengan Ujian Tertulis atau nilai rapor mata pelajaran semata. Pada SBMPTN 2016, potensi belajar bidang Ilmu Seni dan Keolahragaan dinilai melalui Ujian Tertulis yang dikombinasikan dengan Ujian Keterampilan sebagai materi penilaian.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meninjau langsung pelaksanaan ujian Keterampilan SBMPTN 2016 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Rabu (1/6).

Peninjauan dimulai dengan meninjau ujian keterampilan bidang keolahragaan. Sebelum ujian keterampilan olahraga, peserta diwajibkan melakukan tes kesehatan. Nasir menghimbau agar dilakukan evaluasi kembali mengenai tes kesehatan ini, jangan sampai terdapat biaya-biaya yang membebani peserta ujian.

“Yang penting adalah kita mendapatkan sumber daya yang berkualitas dari segi kesehatannya dan memenuhi standar yang telah ditetapkan,” ujar Menteri Nasir.

Nasir juga menambahkan bahwa apabila ketika peserta tersebut setelah diterima dan dikemudian hari didapati kesehatannya tidak memenuhi standar, maka Rektor diberi kewenangan untuk memindahkan mahasiswa tersebut ke program studi lain.

Setelah meninjau ujian bidang keolahragaan, Nasir meninjau ujian bidang ilmu seni diantaranya seni tari, desain, dan fotografi. Nasir berharap kedepan tiap universitas memiliki standar yang sama.

“Harus dibuat ukuran oleh para expert yang ada di masing-masing bidang tersebut, ada standardisasi minimal yang harus kita tetapkan,” tekan Menteri Nasir.

Semoga mengenai standardisasi tersebut dapat segera dievaluasi dan dilaksanakan pada SBMPTN tahun 2017. (flh/bkkp)