Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menghadiri Rapat Kerja Nasional III Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) di Universitas Yarsi Cempaka Putih (25/2/2016).

Rakernas ABPPTSI III tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum  ABPPTSI Thomas Suyatno, Ketua Yayasan Yarsi Jurnalis Udin, Ketua Dewan Pertimbangan ABPPTSI Djoko Santoso, Ketua Umum Forum Rektor ABPPTSI Budi Jatmiko, dan Rektor PTS Indonesia.

Menteri Nasir mengingatkan Perguruan Tinggi yang sedang konflik, “Semua ijin yang dikeluarkan dari kementerian itu dijadikan dasar pemikiran utama, jangan bermain dalam hal ini. Jika melakukan hal itu maka kita tutup”. Menteri Nasir akan secara tegas menindak perguruan tinggi yang suka “bermain”, seperti mengeluarkan ijazah palsu.

Saat ini pembinaan PTS menjadi sangat penting, bukan pembinasaan. Pembinaan kedepan juga akan melibatkan tim dari Kemenristekdikti, Kopertis, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), ABPPTSI, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kepada Kopertis, Menristekdikti menghimbau agar melakukan pembinaan dengan baik. “Untuk kopertis jangan datang pada saat wisuda saja, tapi datang untuk pembinaan juga,” ujar Menteri Nasir.

Menanggapi hal tersebut, ketua umum ABPPTSI Thomas Suyatno mengatakan siap menjadi tim dalam pembinaan perguruan tinggi yang masih bermasalah.

“Menjadi tim pembinaan ini merupakan penghargaan dari Menristekdikti. Melakukan pengawasan belakangan, yang terpenting adalah pembinaannya,” ujar Thomas yang juga Mantan Rektor Universitas Atma Jaya. (nf/ristekdiktitv)

Galeri