Sejak 2012, Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjalin kerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemperin) merancang mobil pedesaan. Mobil jenis ini dinilai perlu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa yang jumlahnya mayoritas di Indonesia.

Dosen Jurusan Teknik Mesin Unnes Widya Aryadi bertugas merancang desain mobil tersebut. Dengan mesin yang disuplai PT Viar, selama hampir empat tahun Widya dan kawan-kawannya merancang mobil tersebut.

Komponen yang digunakan memang diambil dari berbagai sumber. Widya berperan menjadi “koki” yang “meracik” berbagai komponen itu menjadi mobil yang sesuai kebutuhan. Ia sudah melewati sejumlah tahap, antara lain pembuatan purwarupa (prototype) dan uji emisi. Mobil itu bahkan telah menjalani uji coba jalan sejauh 100.000 kilometer.

“Tugas kita di perguruan tinggi hanya merancang, sesuai spesifikasi yang diperlukan. Berapa besar mesin yang diperlukan, bagaimana suspensinya, dan lain-lain,” katanya.

Mobil “racikan” Widya diuji performanya pada Senin (16/6) di Depan Rektorat Unnes, Sekaran, Gunungpati, Semarang. Dalam uji performa itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang hadir membuka kemungkinan untuk menadi pembeli pertama jika kelak mobil tersebut diproduksi.

Dengan mesin 1.000 cc, mobil tipe pick up itu diklaim dapat menghasilkan tenaga yang lebih kuat dari pick up lain di kelasnya.  Mobil jenis ini dinilai cocok digunakan untuk daerah pedesaan, dataran tinggi, dan pelosok wilayah terluar terdalam dan tertinggal. Selain itu, harganya jauh lebih murah dengan mobil pick up yang sudah ada di pasaran.

Jika kelak diproduksi, mobil tersebut bisa diproduksi dengan variasi yang sesuai dengan kebutuhan pemesan. Variasi demikian diperlukan karena medan di tiap-tiap daerah memiliki karakteristik yang unik.

Meski demikian, Widya mengatakan, perjalanan mobil rancangannya hingga siap diproduksi massal masih panjang. Dengan rendah hati, ia bahkan meminta supaya kabar tentang mobil rancangannya tidak terlalu dibesar-besarkan