PALU – Demikian kata pertama yang diucapkan Menristekdikti Mohamad Nasir saat melakukan peninjauan ujian tulis SBMPTN 2017 di Universitas Tadulako (Untad) Palu, Selasa (16/5).

Nasir katakan bahwa tepat hari ini ujian tulis SBMPTN 2017 diadakan serentak dilakukan se-Indonesia yang dikoordinasikan oleh 42 panitia lokal (panlok), mencakup 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pelaksanaan ujian tulis SBMPTN ditandai secara simbolis dengan penyerahan Naskah Soal Ujian (NSU) pagi tadi pukul 06.30 oleh Mohamad Nasir kepada Ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN Ravik Karsidi dengan didampingi oleh Dirjen Belmawa Kemristekdikti Intan Ahmad, dan disaksikan oleh Rektor Untad Muhammad Basir.

Menurut Menteri Nasir peserta SBMPTN tahun 2017 ini mencapai angka 797.738 peserta (terdiri dari peserta PBT = 776.878, peserta CBT = 20.860), sementara peserta SBMPTN 2017 yang berkebutuhan khusus sebanyak 263 peserta yang tersebar di 9 panlok kota. Kuota Kursi SBMPTN sendiri yang ada sekarang pada jumlah sekitar 128.085.

“Peserta ujian berkebutuhan khusus (penyandang disabilitas) dilayani sebaik-baiknya dan dilakukan pendampingan bila diperlukan, misalnya bagi 1 orang peserta tuna netra akan didampingi 2 pengawas khusus, satu pembaca soal, satu lagi membantu menuliskan jawaban dari peserta, ingat bahwa semua memiliki hak yang sama untuk ikut ujian ini,” urai Nasir.

Sementara itu lanjut Nasir, untuk statistik panlok dengan jumlah pendaftar terbesar, Jakarta menempati urutan pertama dengan jumlah pendaftar 68.764, disusul oleh Medan dengan 60.144, kemudian Surabaya dengan 55.294, Bandung 51.961 pendaftar.

“Saya tadi ke lapangan, saya cek langsung banyak kursi yang kosong, kemungkinan ada 2 sebab, sudah diterima di snmptn, atau penggantian bidang studi yang diminati, padahal panitia sudah mengakomodir dengan baik. Alhamdulillah tidak ada masalah untuk hal lain, apalagi CBT, artinya sistem yang dibangun sudah baik,” papar Nasir.

Sementara menurut Ravik Karsidi, hari ini merupakan ujian tulis SBMPTN 2017. Untuk para peserta yang memilih program studi bidang seni dan keolahragaan akan menjalani ujian keterampilan.

“Ujian keterampilan bidang ilmu seni terdiri atas tes pengetahuan dan keterampilan bidang seni terkait. Ujian keterampilan bidang ilmu keolahragaan terdiri atas pemeriksaan kesehatan dan tes keterampilan motorik. Ujian keterampilan akan dimulai pada 17 mei 2017 dan/atau 18 mei 2017 di masing-masing PTN penyelenggara ujian keterampilan,” ungkap Ravik.

Ravik menambahkan, untuk soal yang dikerjakan antara yang disabilitas dan tidak, soalnya tetap sama, hanya saja berbeda dalam hal aksesibilitas, ada treatment khusus yang diberikan kepada penyandang disabilitas.

Hasil ujian SBMPTN sendiri akan diumumkan pada hari selasa, tanggal 13 Juni 2017 pukul 17.00 WIB dan dapat diakses pada laman http://pengumuman.sbmptn.ac.id.

“Selamat berjuang anak-anakku sayang, jangan pesimis, tunjukkan optimisme dalam diri kalian, sudah berusaha, sisanya serahkan pada yang Maha Kuasa,” pungkas Nasir. (DZI)

Galeri