Surabaya-Dalam perkembangannya, pembangunan gedung kampus sangat penting untuk menciptakan suasana perkuliahan yang nyaman dan kondusif sekaligus
sebagai identitas suatu kampus guna menunjang kegiatan pendidikan bagi mahasiswa.

Salah satu fasilitas yang segera direalisasikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yaitu 6 (enam) gedung dari proyek 7 in 1 yang didanai oleh Islamic Development Bank (IDB) dan 5 (lima) gedung yang bersumber dari dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, melakukan groundbreaking pembangunan gedung proyek IDB 7 in 1 sekaligus meresmikan pembangunan gedung Graha Unesa, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/7).

Peresmian ini ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Menristekdikti, Mohamad Nasir, dan disaksikan Rektor Unesa Warsono, dan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Joni Hermana, serta civitas akademika Unesa.

Disela-sela sambutannya, Menteri Nasir mengatakan, proyek 7 in 1 ini didanai untuk tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam satu paket dana yang bersumber dari dana IDB yang tersebar di empat pulau besar yang mewakili wilayah Indonesia, yaitu Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Pulau Jawa, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dari Pulau Sulawesi, Universitas Tanjungpura (Untan) dan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dari Pulau Kalimantan, serta Universitas Syiah Kuala dari Pulau Sumatera.

“Proyek ini dirancang untuk pembangunan gedung di tujuh kampus yang antara lain didanai oleh IDB. Saya harap dengan suntikan dana ini, nantinya dapat dimanfaatkan oleh tujuh Perguruan Tinggi tersebut dalam memfasilitasi seperti ruang fakultas dan laboratorium untuk menunjang kegiatan perkuliahaan,” pesan Nasir.

Menteri Nasir juga berpesan kepada pimpinan PTN yang mendapatkan dana IDB ini untuk dapat bersinergi dan berkembang secara bersama-sama menyusun program pembangunan dan pengembangan Universitas untuk mencetak lulusan yang berkualitas serta pengembangan Sumber Daya Manusia yang koheren dan berkelanjutan.

Dalam laporannya, Rektor Unesa, Warsono berkata, gedung-gedung yang akan dibangun dari sumber dana IDB 7 in 1 maupun PNBP ini meliputi; Library Building, CPD Building, Laboratorium of Science, Laboratorium of Technology, Student Centre, Faculty of Art and Design, dari dana IDB 7 in 1; kemudian, Gedung Graha Unesa, Dekanat Fakultas Ekonomi, Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Dormitory Unesa, Landscape Rektorat Unesa, dari dana PNBP.

“Gedung-gedung tersebut sangat Kami butuhkan untuk menunjang kegiatan Perguruan Tinggi dan perkuliahaan di Unesa menuju tri dharma perguruan tinggi yang mumpuni,” ujar Warsono.

Nasir mengingatkan pembangunan dengan sumber dana yang besar, dibutuhkan tenaga ahli yang besar juga, kerja keras yang utama dalam menjalankan proyek yang akan berujung pada kesuksesan.

“Saya harap tenaga ahli pembangunan gedung di Unesa dapat bekerja dengan baik, Rektor Unesa dan pihak-pihak yang terlibat juga dapat melakukan pengawasan dengan baik selama proses pembangunan gedung ini,” ucap mantan Rektor terpilih Undip tersebut.

Selain itu, Nasir mengingatkan kepada Rektor Unesa dan pihak yang terlibat, untuk menargetkan pada akhir tahun 2018, seluruh pembangunan gedung Unesa sudah dapat rampung, dan pada tahun 2019 sudah bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menunjang kegiatan perkuliahaan. (Ard)