Manado – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, meletakkan batu pertama pembangunan gedung Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Kamis (27/7). Ini adalah kegiatan road show ke lima Menristekdikti dalam rangka realisasi skema proyek 7 in 1 pembangunan di tujuh kampus yang didanai oleh Islamic Development Bank (IDB).

Proyek 7 in 1 ini didanai untuk tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam satu paket dana yang bersumber dari dana IDB yang tersebar di empat pulau besar yang mewakili wilayah Indonesia, yaitu Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Pulau Jawa, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dari Pulau Sulawesi, Universitas Tanjungpura (Untan) dan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dari Pulau Kalimantan, serta Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dari Pulau Sumatera.

Kualitas dari suatu perguruan tinggi harus ditingkatkan seiring perkembangan di era globalisasi ini. Perguruan tinggi yang berkualitas akan mencetak lulusan yang berkompeten. Hal ini disampaikan Menteri Nasir, pada sambutannya.

“Perguruan tinggi unggulan dituntut mempunyai akreditasi A, ini adalah wujud dari perguruan tinggi yang berkualitas. Saya tekankan, dengan pembangunan gedung baru ini, kedepan Unsrat dapat termotivasi untuk bekerja keras meningkatkan Unsrat menjadi kampus berakreditasi A dan menjadi perguruan tinggi unggulan di Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Menteri Nasir.

Menteri Nasir menambahkan, proyek 7 in 1 yang didanai oleh IDB ini, semata-mata untuk mendukung percepatan pencapaian program pemerintah dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi. Ia mengharapkan Unsrat dapat berkontribusi untuk kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Dengan pembangunan gedung baru ini, Unsrat harus merangkak lebih tinggi. Saya ingatkan kepada Rektor, pembangunan ini harus berjalan tepat waktu. Gedung ini harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya agar dapat menciptakan suasana perkuliahaan yang nyaman dan kondusif sekaligus sebagai identitas kampus Unsrat guna menunjang kegiatan pendidikan tinggi bagi mahasiswa,” pesan Nasir.

Dalam laporannya, Rektor Unsrat, Ellen Joan Kumaat menyampaikan, program alokasi dana IDB 7 in 1 untuk pembangunan gedung baru di Unsrat, telah berdampak signifikan terhadap atmosfer akademik di Unsrat yang makin meningkat.

“Kami ingin menyeselaikan pembangunan gedung dari alokasi dana 7 in 1 IDB ini tepat pada waktunya, agar kedepannya dapat membangun iklim akademik yang lebih baik dan Unsrat dapat terus berkontribusi untuk kemajuan Pendidikan Tinggi di Indonesia,” terang Ellen.

Ellen menambahkan, gedung-gedung yang akan dibangun dari dana proyek 7 ini 1 antara lain; 1) Laboratorium fakultas teknik, 2) Dekanat fakultas teknik, 3) Gedung fakultas hukum. Pembangunan ini diperkirakan akan selesai dalam 16 bulan kedepan.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven O.E. Kandouw, berkomitmen, untuk meningkatkan aspek pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Utara dengan meningkatkan kualitas perguruan tingginya.

“20 persen alokasi anggaran di Provinsi Sulawesi Utara untuk pendidikan, ini artinya, Kami memberi perhatian untuk memajukan pendidikan di provinsi Sulut. Untuk pendidikan, Kami tidak akan tawar-tawar, Kami berkomitmen untuk pendidikan,” tegasnya.

Peresmian groundbreaking pembangunan gedung baru di Unsrat ditandai dengan penandatanganan diatas prasasti oleh Menteri Nasir, disaksikan Rektor Unsrat, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Intan Ahmad, dan Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, serta civitas akademika Unsrat. (Ard)