Pemerataan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai bagi para pemangku kepentingan industri dan pendidikan tinggi, berkaitan dengan hal tersebut Tempo Media Group menyelenggarakan Forum diskusi “Indonesian High Education Outlook 2016” yang diselenggarakan pada, Rabu 27 Mei 2015, bertempat di Hotel JS Luwansa, Kuningan Jakarta.

Pada kesempatan ini hadir sebagai pembicara yaitu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M Nasir; Rektor Unika Atmajaya, Lanny W Pandjaitan, dan Pengamat Pendidikan, Imam B. Prasodjo. Acara ini dimoderatori oleh presenter kondang, Desi Anwar.

Dalam pemaparannya, M Nasir menjelaskan tentang latar belakang pendidikan tinggi 2015-2019, Rencana Strategis Kemenristekdikti 2015-2019, Program Pendidikan Tinggi Tahun 2016, dan Isu-Isu Strategi Pendidikan Tinggi Tahun 2016. Menristekdikti mengatakan, di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi outcome yang akan kita capai yaitu pertama, National Competitiveness Index (daya saing bangsa). Daya saing bangsa bisa meningkat dan bisa menjadi lebih baik kalau kita mempunyai skill worker atau qualified worker.

“Kedua adalah masalah innovation. Skill worker atau qualified worker dan innovation, ini akan menjadikan productivity improvement bisa memperbaiki terhadap produktivitas,” papar M Nasir.

“Sekarang bagaimana kalau kita lihat dari global competitiveness index. Ada 3 pilar yang harus kita lihat apabila kita ingin melihat index competitif kita yaitu 1) Basic requirements, 2) Efficiency enhancers (bagaimana bisa mendorong efisensi), 3) Innovation and Sophistication. Komponen-konponen yang ada di dalamnya pada saat menuju kepada efisensi,” ujarnya. (md/humasristek)