Menristekdikti menghadiri Wisuda VII Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Kampus UMN, Scientia Garden Summarecon, Sabtu 30 Mei 2015 di Serpong, Tangerang. UMN merupakan Universitas yang didirikan oleh Kelompok Kompas Gramedia pada tahun 2007. Dalam Wisuda VII UMN, Menristekdikti memberikan orasi ilmiah sesuai dengan tema wisuda kali ini yaitu “Nusantara Muda di Pentas Dunia”. Dengan mengusung tema tersebut, diharapkan lulusan UMN nantinya dapat membawa nama Indonesia ke pentas dunia, baik dalam dunia profesional maupun entrepreneurship.

Lulus dari perguruan tinggi bukanlah akhir tetapi menjadi awal dari perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Untuk itu, para lulusan memerlukan bekal dalam memasuki dunia yang baru ini, khususnya dalam menyongsong era Asean Economic Community yang telah diberlakukan pada tahun 2015.

Dalam orasi ilmiahnya, Menristekdikti mengungkapkan pentingnya menempuh jalur pendidikan sebagai bekal kompetitif di era global serta sebagai faktor utama dalam pembentukan karakter dan soft skill. Lulusan pendidikan tinggi perlu mampu bersaing dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menristekdikti Nasir meyakini bahwa saat ini industri kreatif membutuhkan technopreneur yang mumpuni untuk berkembang.

“Jangan berpikir bagaimana mencari pekerjaan, tetapi menciptakan pekerjaan. Sepuluh tahun ke depan bisa jadi entrepreneur yang sukses di negeri ini, mudah-mudahan bisa direalisasi,” ujar Menristekdikti Nasir.

Dalam menghadapi arus perubahan yang sangat dahsyat dan tantangan yang ada di depan mata. The biggest driver for change adalah ilmu pengetahuan dan teknologi, serta ketersediaan sumber daya manusia berkualitas. Kita harus menguasai dan pintar memanfaatkan iptek. Jika pembangunan iptek mampu menghasilkan produk teknologi dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, maka pembangunan iptek akan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional dalam upaya meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Perjalanan ratusan kilometer dimulai dengan langkah pertama. Teruslah melangkah maju ke depan secara berkesinambuangan sambil mengevaluasi langkah kita. Jangan sampai kita berakhir di tempat dimana kita mulai melangkah,” tutur M Nasir. (flh/humasristek)