Peringatan Hari kekayaan Intelektual sedunia ke-15 yang jatuh pada tanggal 26 April 2015 merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh World Intellectual Property Organization (WIPO).  Untuk itu penetapan Hari Kekayaan Intelektual Dunia diperlukan untuk meningkatkan kesadaran perlindungan kekayaan intelektual, memperluas pengaruh perlindungan kekayaan intelektual di seluruh dunia.

Pada tahun 2015 ini WIPO mengusung tema : Get UP, Stand UP, For Music sedangkan tema nasional yang diusung Indonesia pada hari kekayaan intelektual tahun ini adalah “Melindungi Kekayaan Intelektual untuk Mendukung Ekonomi Kreatif Nasional”. Tema tersebut diangkat mengingat bahwa Ekonomi Kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama.

Dalam peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Kementerian Hukum dan HAM RI melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung pada, Kamis, 7 Mei 2015, bertempat di Kantor Kementerian Hukum dan HAM.

Dalam sambutannya, Menkumham, Yasonna H. Laoly, mengajak semua potensi bangsa untuk berlomba-lomba melahirkan karya-karya kreatif yang bermanfaat. Karya-karya kreatif tersebut bukan saja memberi manfaat ekonomis bagi penciptanya, akan tetapi juga manfaat bagi kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

Menkumham menilai bahwa ekonomi kreatif akan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional. Yaitu ekonomi kreatif yang berbasis pada sumber daya yang terbarukan, menciptakan inovasi dan kreatifitas, serta memberikan dampak sosial yang positif. “Karena ekonomi kreatif mengandalkan sumber daya manusia, yaitu manusia kreatif,” ujarnya.

Pada kesempatan ini pun juga dilakukan pemberian anugerah Kekayaan Inteletual Tahun 2015 oleh Menteri Hukum dan Ham, Yasonna H Laoly kepada inventor salah satunya Latifah K Darusman, dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan invensi komposisi minuman kesehatan yang mengndung Ekstrak Ganoderma Lucidium dan proses pembuatannya dan juga Inventor Ekstrak akar kuning (Arcanngelisia Flava Merr), proses pembuatannya dengan penggunaannya sebagai hetoproketor.

Dalam acara ini juga turut dihadiri oleh Deputi Bidang Sumber Daya Iptek, Muhamad Dimyati; Kepala Biro Hukum dan Humas Agus Sediadi; Asisten Deputi Kekayaan Intelektual dan Standardisasi Iptek. (md/humasristek)