PIH UNAIR – Setelah hampir satu tahun menjalani rangkaian persiapan pendakian Gunung McKinley (Denali), Alaska, Amerika Serikat, kini telah diumumkan atlet terpilih Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Airlangga yang tergabung dalam Airlangga Indonesia Denali Expedition (AIDEX). Mereka adalah M. Faishal Tamimi (alumnus), M. Roby Yahya (mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan/2011), dan Yasak (alumnus). Hal tersebut disampaikan oleh Faishal yang juga Ketua AIDEX saat bertandang ke ruang redaksi UNAIR News. Faishal menyampaikan, kedua atlet termasuk dirinya, berhasil dipilih setelah menjalankan rangkaian persiapan berupa tes kesehatan dan beberapa latihan. “Ada yang nggak lolos tes kesehatan karena ada potensi tekanan darah tinggi sehingga t. idak mendapatkan rekomendasi dari dokter. Ada juga yang tidak kuat dengan metode pelatihan sehingga mengundurkan diri. Jadi, yang terpilih ini adalah mereka yang tabah sampai akhir,” terang Faishal seraya tertawa. Yasak adalah alumnus UNAIR yang pada tahun 2011 berpengalaman dalam mendaki hingga puncak Elbrus, Rusia. Roby adalah mahasiswa FPK yang menjabat sebagai ketua operasional dan hobi panjat tebing. Sementara Faishal adalah ketua atlet AIDEX. Persiapan terakhir Para atlet AIDEX dijadwalkan untuk terbang dari Surabaya menuju Jakarta pada tanggal 10 Mei mendatang. Mendekati hari keberangkatan, para atlet terpilih masih disibukkan dengan latihan-latihan rutin. Hanya saja, porsi latihan dikurangi seperti lari-lari untuk menjaga stamina. Sebab, ada persyaratan khusus dari pihak guide yang wajib dipenuhi oleh para atlet AIDEX. Ketiga atlet harus berhasil menambah berat badan agar sesuai dengan indeks massa tubuh ideal. Disarankan pula, berat badan mereka harus mendekati ambang batas atas. Faishal sendiri ditarget untuk naik 12 kilogram, dari 53 menjadi 65 kilogram. Gunanya, agar lemak dalam tubuh bisa membantu menyesap hawa dingin selama pendakian. Selain menambah berat, para atlet juga diminta untuk menyesuaikan makanan sehari-hari selama di Denali. Mereka diminta untuk mengganti pola sarapan dari nasi dengan roti atau haver. “Kami mendapat saran dari ahli gizi bu Merry (Dr. Merryana Andriani, S.KM., M.Kes/ahli gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat) untuk meniadakan sarapan. Biasanya kita makan tiga kali sehari, tapi sarapannya dihapus dan diganti dengan roti dan oats (haver),” tutur Faishal. Urusan lainnya seperti paspor dan visa, diakui Faishal sudah dibereskan. Hal penting lainnya yang akan segera diselesaikan oleh tim AIDEX adalah alat-alat pendakian dan pencairan dana. Sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (WANALA), mereka memiliki misi untuk melakukan ekspedisi seven summits. Ekspedisi seven summits merupakan serangkaian pendakian ke tujuh puncak gunung tertinggi di masing-masing benua. Empat dari tujuh puncak tertinggi telah dicapai oleh tim yakni Puncak Cartenz, Gunung Jaya Wijaya, Indonesia (1994), Puncak Kilimanjaro, Tanzania (2009), Puncak Elbrus, Rusia (2011), serta puncak Aconcagua, Argentina (2013). Selain ke Denali, ekspedisi ke Vinson Massif di Antartika serta Everest di Himalaya akan menggenapi ekspedisi seven summits mereka. (*)