Jakarta – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, menghadiri Penghargaan Sains dan Teknologi Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) yang berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Selasa (8/3/2016).

Dalam acara penghargaan tersebut Nasir menyampaikan merasa bangga untuk menyaksikan prestasi luar biasa di bidang penelitian dan pendidikan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang memang layak untuk diberikan penghargaan atau hibah. ”Saya percaya bahwa penghargaan dan hibah hari ini akan memberikan kontribusi untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia”, ujarnya.

Sejumlah skema insentif setiap tahun sudah dianggarkan oleh Kemristekdikti untuk mendukung para peneliti di universitas maupun di lembaga penelitian untuk teknologi baru yang inovatif. Namun, karena segala keterbatasan, Pemerintah Indonesia tidak bisa sepenuhnya mendanai semua topik penelitian. “Oleh karena itu, apa yang telah dilakukan oleh Toray Foundation benar-benar sejalan dengan kebijakan Kementerian untuk merangsang kegiatan penelitian di Indonesia dengan memberikan bantuan dana riset kepada para peneliti muda di universitas dan lembaga riset melalui program Science and Technology Research Grant”, tuturnya.

Tahun ini sebanyak 18 proposal dinyatakan lulus untuk mendapat bantuan dana, dengan total jumlah bantuan sebesar 700 juta rupiah. Para pemenang ini dipilih dari 158 proposal. ITSF juga memberikan Penghargaan Pendidikan Sains (Science Education Award) yang diberikan kepada 10 orang guru sains tingkat SMP dan SMA melalui kompetisi pengembangan metode pengajaran sains yang kreatif dan inovatif. “Saya percaya bahwa hasil penelitian mereka akan signifikan untuk memperkuat lingkungan inovasi di Indonesia,” ungkap Nasir.

Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) adalah lembaga nirlaba yang dibiayai oleh raksasa bisnis Jepang Toray Industries Inc. Keberadaannya di Indonesia diwakili oleh PT Toray Industries Indonesia, yang sudah sangat memberikan motivasi pada penelitian dan sains teknologi untuk membangun lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan terus maju mengikuti perkembangan zaman. (wd/bkkpristekdikti)