Washington DC, 25 April 2017. Tidak banyak yang mengetahui bahwa pulau Rhun, pulau kecil di Banda, dulu dijadikan penukar pulau Manhattan di New York dalam perjanjian Breda antara Inggris dan Belanda. Perjanjian ditandatangani pada tahun 1667, saat itu Rhun adalah kunci bagi dunia. Biji pala waktu itu ditukar dengan berat yang sama dengan emas, jadi harga emas dan harga pala sama persis. Perjanjian yang dilupakan itu yang diangkat menjadi drama Islands, gubahan Prof Jenkins dari Wesleyan University. Cerita dramanya diangkat dari kesaksian penduduk Rhun tentang nenek moyang mereka, dikombinasikan dengan titik-titik penting perjuangan Indonesia hingga proklamasi. Terasa sekali bahwa dalam kolonialisme penukaran kedua pulau itu mengabaikan sama sekali nasib penduduk di kedua pulau.

Drama ini juga menyuguhkan berbagai komposisi music baru oleh IM Hardjito (dosen gamelan di University Wesleyan), serta koreografi tari baru oleh Nyoman Catra (dosen ISI Bali yang sedang mengajar di Holly Cross University), Diny Aletheiani (dosen di Yale University), dan Novirela Minang Sari (guru dari Aceh yang sedang menjadi artis in residence di Wesleyan University). Penonton sangat menikmati pertunjukan ini dan banyak yang menyampaikan bahwa drama ini memberikan pelajaran penting tentang Indonesia dan penderitaan saat kolonialisme.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, Ismunandar, menyampaikan penghargaan atas upaya pengungkapan sejarah dalam bentuk karya seni ini serta berharap semakin banyak warga AS mengetahui Indonesia dan bersama-sama bertekad terus menjadikan dunia yang berperikemanusiaan dan berkeadilan. Pertunjukan ini akan ditampilkan pula di New York dan Jakarta. (Atd)